Sabtu, 25 Juli 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

The Dusty Rusty Tunjukkan Keunikan Lewat Mini Album Platipus

The Dusty Rusty Tunjukkan Keunikan Lewat Mini Album Platipus
The Dusty Rusty memperkenalkan mini album Platipus berisi lima lagu bernuansa retro-pop

JAKARTA — mini album Platipus dari The Dusty Rusty resmi diperkenalkan pada Sabtu (25/7), dan rilisan ini langsung menandai langkah baru band retro-pop asal Bogor itu. Setelah sempat menarik perhatian lewat beberapa single lepas, kuartet yang digawangi Denrobay, Kuray, Cupla, dan Russel kini membawa karya yang terasa lebih utuh.

Rilisan perdana dalam format mini album ini penting bagi The Dusty Rusty karena menunjukkan arah musik mereka tidak berhenti di tataran single. Mereka memilih mengemas lima lagu dengan warna pop era 1950-1960an, lalu membungkusnya dengan nuansa yang tetap terasa muda, lugas, dan tidak berjarak dari pendengarnya.

mini album Platipus dan arah musik The Dusty Rusty

The Dusty Rusty datang dari Bogor dengan identitas retro-pop yang cukup kuat. Namun lewat mini album Platipus, mereka tidak sekadar mengulang rasa lama. Ada upaya yang jelas untuk mengolah pengaruh pop lawas menjadi bahasa musik yang lebih dekat dengan hari ini.

Di dalam mini album ini, The Dusty Rusty menyajikan lima lagu yang lekat dengan pengaruh musik pop era 1950-1960an. Band ini juga menggabungkan pop retro, rock ‘n’ roll, dan rockabilly era 1950-an, lalu memberi sentuhan modern agar hasil akhirnya tidak terdengar seperti arsip masa lalu. Justru di situ daya tariknya. Familiar, tapi tidak usang.

Cupla menjelaskan bahwa mereka mencoba merangkum emosi yang dekat dengan kehidupan anak muda. Ia mengatakan, “Kami berusaha merangkum berbagai fase percintaan mulai dari ekspektasi, kegelisahan, hingga proses pendewasaan dari sudut pandang seorang laki-laki muda tanpa harus berjarak dengan identitas musik yang membentuk kami.”

Pernyataan itu memberi petunjuk penting. The Dusty Rusty tidak hanya menjual nuansa retro sebagai kulit luar. Mereka menaruh cerita yang lebih personal di dalamnya. Musiknya terasa hangat, tetapi isi liriknya tetap bergerak di wilayah yang akrab bagi pendengar muda: harapan, ragu, lalu bertumbuh.

Kenapa rilisan ini terasa penting

Bagi band yang sebelumnya sudah mulai mencuri perhatian lewat single lepas, mini album Platipus menjadi pembuktian bahwa mereka siap melangkah lebih jauh. Format mini album memberi ruang yang lebih luas untuk menunjukkan warna musik, konsistensi tema, dan karakter penulisan lagu. Jadi, publik tidak hanya mengenal satu lagu yang menonjol, melainkan juga alur rasa yang dibangun dari lagu ke lagu.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda