Minggu, 26 Juli 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Starlead Technology Pakai Sintered Stone untuk Perabot Tahan Lama

Starlead Technology Pakai Sintered Stone untuk Perabot Tahan Lama
Starlead Technology Pakai Sintered Stone untuk Perabot Tahan Lama

JAKARTA — sintered stone jadi pilihan PT Starlead Technology Indonesia untuk lini perabotan rumah tangga yang mereka produksi. Langkah ini diumumkan saat perusahaan merespons keluhan konsumen soal meja dan kursi yang cepat tergores, terkena panas, lalu kusam sebelum waktunya.

Masalahnya akrab sekali. Gesekan peralatan makan, tumpahan cairan panas, sampai coretan kecil sering meninggalkan bekas permanen di meja makan atau meja tamu. Dari sana, usia pakai perabotan terasa jauh lebih pendek.

Sintered stone dijadikan jawaban atas keluhan konsumen

Chief Marketing Officer PT Starlead Technology Indonesia, Silvia He, mengatakan pemilihan material ini lahir dari persoalan yang sering mereka dengar langsung dari pembeli. Ia menyebut banyak konsumen datang karena kecewa dengan meja atau kursi yang mudah tergores dan meninggalkan bekas akibat paparan panas dari panci.

“Material ini menawarkan ketahanan fisik yang dirancang untuk mengatasi masalah kerusakan perabotan akibat penggunaan sehari-hari, dan mulai banyak digunakan di industri furnitur domestik,” kata Silvia dalam keterangannya, Sabtu, 25 Juli 2026.

Penggunaan sintered stone di sini bukan sekadar mengikuti tren bahan baru. Starlead tampak ingin memindahkan fokus dari tampilan ke ketahanan. Dan itu penting, karena furnitur rumah tangga bukan barang pajangan yang diam di sudut ruangan. Ia dipakai setiap hari.

Silvia menegaskan, banyak masalah pada furnitur sebenarnya bisa ditekan sejak awal jika bahan yang dipilih memang tepat. “Itulah mengapa kami memilih sintered stone sebagai standar material pada produk kami,” ujarnya.

Perusahaan juga menyebut material ini terbukti mampu menahan paparan panci bersuhu tinggi dan gesekan mata pisau tanpa meninggalkan bekas goresan atau noda hangus. Permukaannya yang berpori rendah membuat noda lebih mudah diangkat. Praktis. Itu poin besarnya.

Kenapa ini penting buat pasar furnitur

Bagi pasar, keputusan Starlead memakai sintered stone memberi sinyal bahwa konsumen makin peduli pada daya tahan, bukan cuma model. Furnitur yang tampak mewah memang menarik di awal, tapi nilai sehari-harinya justru ditentukan oleh seberapa lama meja, kursi, atau permukaan kabinet tetap rapi setelah dipakai berulang-ulang.

Di rumah, beban itu nyata. Meja makan kena sendok, piring, dan panas dari wadah masakan. Meja tamu jadi tempat menaruh gelas, tas, sampai benda-benda kecil yang tak selalu ramah pada permukaan. Kalau materialnya cepat rusak, biaya penggantian pun ikut datang lebih cepat. Di titik ini, daya tahan menjadi bagian dari pertimbangan belanja, bukan bonus tambahan.

Starlead membaca kebiasaan itu sebagai peluang. Dengan memakai material yang diklaim lebih tahan gores dan panas, mereka mencoba menawarkan furnitur yang lebih siap menghadapi penggunaan harian. Bagi konsumen, pesan yang dibawa sederhana: beli sekali, pakai lebih lama.

Akses ke gerai luring dan e-commerce

Untuk memberi akses langsung kepada masyarakat agar bisa menilai karakteristik materialnya, Starlead mengoperasikan gerai luring di Cikarang, Bekasi, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Tangerang. Kehadiran toko fisik ini memudahkan calon pembeli melihat tekstur, rasa permukaan, dan tampilan produk secara langsung sebelum memutuskan.

Jalur penjualan tidak berhenti di toko. Lini perabotan berbahan sintered stone juga didistribusikan melalui sejumlah platform e-commerce nasional. Artinya, jangkauan produk tidak dibatasi wilayah tertentu dan bisa dibeli oleh konsumen di berbagai daerah.

Langkah itu terasa relevan di pasar furnitur saat ini. Orang ingin melihat barang secara dekat, tapi mereka juga ingin proses belanja yang cepat dan mudah. Dua jalur itu coba dipadukan Starlead: datang ke gerai kalau ingin memeriksa langsung, atau membuka platform digital kalau ingin transaksi dari rumah.

Di ruang pamer, permukaan meja yang terasa dingin dan padat biasanya langsung memberi kesan berbeda. Bukan kilau berlebihan. Lebih tenang. Lebih tegas. Dan dari situ, perusahaan berharap konsumen bisa menangkap alasan di balik pilihan material yang mereka usung.

Ke depan, keberhasilan strategi ini akan bergantung pada satu hal yang paling sederhana: apakah konsumen benar-benar merasakan furnitur yang lebih tahan dipakai harian. Jika jawaban itu positif, sintered stone bisa makin sering muncul di rumah-rumah, bukan cuma di katalog produk.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda