Minggu, 26 Juli 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Waka Komisi VII DPR mengusulkan JFC masuk kalender wisata internasional

Jember Fashion Carnaval 2026 menampilkan pertunjukan busana spektakuler dengan peserta berbusana kreatif di panggung
Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia (WACI) sebagai rangkaian JFC 2026 yang dihadiri Komisi VII DPR. (Ilustrasi). (Ilustrasi: AI)

JEMBER — Wakil Ketua Komisi VII DPR Rahayu Saraswati mendesak pemerintah pusat untuk memasukkan Jember Fashion Carnaval (JFC) ke dalam kalender wisata internasional. Langkah ini diharapkan bisa menarik lebih banyak wisatawan mancanegara ke Kabupaten Jember.

“Komisi VII DPR mendorong Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif memberikan dukungan agar JFC semakin berkembang dan menjadi salah satu agenda yang masuk dalam kalender wisata internasional,” ujar Rahayu saat kunjungan kerja reses di Jember, Sabtu.

Rombongan komisi itu bertemu dengan Bupati Jember Muhammad Fawait di Pendapa Wahyawibawagraha Jember. Kemudian mereka menghadiri Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia (WACI), rangkaian acara dari JFC 2026 di hari kedua penyelenggaraan.

Potensi Ekonomi Kreatif yang Nyata

Rahayu menekankan bahwa JFC bukan hanya pertunjukan busana spektakuler, melainkan model perpaduan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang menghasilkan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat lokal.

“Mari kita sukseskan JFC agar menjadi destinasi pariwisata yang masuk dalam kalender wisata internasional karena JFC merupakan contoh nyata perpaduan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Menurut dia, JFC membuktikan bahwa dari daerah kecil di ujung timur Pulau Jawa dapat lahir sebuah karya yang mampu menarik perhatian dunia dan menginspirasi banyak daerah lain di Indonesia. “Ketika kreativitas diberikan ruang untuk tumbuh maka daerah mampu menjadi pusat inovasi yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya bangsa,” tuturnya.

Dampak multiplier effect dari penyelenggaraan JFC terlihat jelas. Selain menjadi panggung bagi talenta-talenta kreatif di bidang fesyen, acara ini mendorong pertumbuhan sektor kuliner, perhotelan, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Produk unggulan Jember seperti edamame, cerutu, dan produk UMKM lainnya berpotensi semakin dikenal melalui kegiatan bertaraf internasional tersebut.

Harapan Menjadi Etalase Kreativitas Nasional

Rahayu berharap JFC terus berkembang sebagai etalase kreativitas Indonesia yang mampu memperkenalkan kekayaan budaya nusantara ke dunia. Keberagaman Indonesia, dalam pandangannya, harus menjadi sumber inspirasi untuk terus berinovasi dan membangun bangsa.

Ia juga menekankan pentingnya peran media dalam mempromosikan berbagai agenda pariwisata nasional. Publikasi luas akan mendorong wisata domestik sekaligus memperkuat perputaran ekonomi daerah. Selain itu, Rahayu berharap JFC semakin inklusif dengan melibatkan lebih banyak masyarakat, termasuk anak-anak dan penyandang disabilitas, agar dapat dinikmati seluruh kalangan.

Sinergi Pusat-Daerah untuk Aksesibilitas

Bupati Muhammad Fawait menyambut baik kehadiran Komisi VII DPR pada penyelenggaraan JFC 2026. Dia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat diperlukan untuk memperkuat posisi JFC sebagai salah satu karnaval terbesar di dunia.

“Saya berharap dukungan pemerintah pusat juga diwujudkan melalui peningkatan aksesibilitas menuju Jember, salah satunya pengembangan bandara agar wisatawan lebih mudah menjangkau daerah tersebut karena aksesibilitas menjadi hal yang sangat penting untuk mendukung kemajuan JFC,” ungkapnya.

Bupati itu optimistis bahwa dengan dukungan berbagai pihak, JFC akan semakin berkembang dan mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara. Infrastruktur yang memadai menjadi kunci untuk mewujudkan aspirasi bersama itu.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda