NEW YORK — Pasar saham Amerika Serikat tahun ini menunjukkan anomali tajam. Indeks S&P 500 memang mencatatkan kenaikan 8,28 persen, namun di balik angka tersebut, sepuluh emiten justru terperosok dengan penurunan nilai saham di atas 40 persen.
Pokok Peristiwa
Investor kini tampak sangat selektif, mengalihkan seluruh modal ke sektor kecerdasan buatan (AI) sambil melepas aset yang dinilai bakal terancam oleh teknologi tersebut.
Gelombang jual besar-besaran ini mulai terlihat sejak Februari, tak lama setelah Anthropic merilis model AI terbaru. Perusahaan di sektor perangkat lunak, konsultan, hingga periklanan menjadi sasaran utama aksi jual para pelaku pasar. Analis menyebut fenomena ini sebagai “SaaS-pocalypse”, di mana layanan perangkat lunak tradisional kehilangan daya tariknya di hadapan otomatisasi AI.
Intuit, pemilik layanan pajak TurboTax, menjadi salah satu korban paling terpukul dengan penurunan harga saham mencapai 55,27 persen. Masalah muncul ketika muncul alat bantu pajak berbasis AI yang lebih murah dan efisien.
Dampak finansialnya nyata: nilai perusahaan kini tercatat sekitar 88 miliar dolar AS, jauh merosot dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 219 miliar dolar AS. Sebagai respons, perusahaan memangkas 17 persen staf atau sekitar 3.000 pekerja.
Kondisi serupa dialami Accenture dengan koreksi saham 45,21 persen. Perusahaan ini terpukul karena klien kini lebih memilih mengalokasikan anggaran untuk implementasi AI ketimbang menggunakan jasa konsultan.
Konteks
Akibat tren tersebut, pesanan klien baru turun menjadi 19,3 miliar dolar AS dari sebelumnya 19,7 miliar dolar AS. Saham Accenture sempat anjlok hampir 18 persen dalam satu hari perdagangan setelah perusahaan menurunkan target pertumbuhan penjualan menjadi 3 hingga 4 persen.
Perusahaan lain seperti Cognizant, Gartner, dan The Trade Desk juga mengalami nasib serupa dengan penurunan harga antara 44 persen hingga 55 persen. Pasar menilai model bisnis ketiga perusahaan ini sangat rentan karena menawarkan pekerjaan yang kini bisa dikerjakan jauh lebih cepat oleh sistem AI.
Meski sentimen AI mendominasi, penurunan saham di kasus lain dipicu faktor tradisional. CoStar Group mencatat penurunan terdalam yakni 58,86 persen akibat masalah pengeluaran modal.
Perusahaan pengelola properti ini menyatakan situs Homes.com baru akan menghasilkan profit pada 2030, sebuah penantian panjang yang membuat investor kehilangan kesabaran. Perseteruan sempat memanas saat hedge fund D.E.
Dampak dan Langkah Berikutnya
Shaw menuntut perusahaan menghentikan operasional Homes.com untuk membuka nilai aset lebih dari 10 miliar dolar AS, meskipun pemegang saham akhirnya mendukung jajaran direksi pada Juni lalu.
Boston Scientific juga mengalami tekanan dengan penurunan 53,59 persen. Perusahaan ini gagal mencapai target pertumbuhan penjualan yang dijanjikan, ditambah dengan masalah penarikan produk alat pacu jantung Accolade yang dikaitkan dengan empat kematian dan 2.557 cedera serius oleh regulator.
Situasi ini diperparah dengan langkah perusahaan mengakuisisi Penumbra senilai 14,5 miliar dolar AS di tengah ketidakpastian kinerja.
Ketimpangan pasar ini semakin nyata karena di sisi lain, sektor cip dan memori justru meroket. Saham Sandisk melonjak 505,17 persen, Dell Technologies naik 247,55 persen, dan Micron Technology mencatatkan kenaikan 222,68 persen.
Pergeseran modal masif ini menegaskan bahwa investor kini hanya memusatkan perhatian pada pemenang di era AI, sementara emiten lainnya dihukum keras jika menunjukkan sedikit saja tanda perlambatan kinerja.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.