Selasa, 28 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

KOSPI Anjlok 10,84%, Apakah IHSG Bakal Ikut Koreksi?

Kospi index
KOSPI Anjlok 10,84%, Apakah IHSG Bakal Ikut Koreksi?. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Indeks KOSPI Korea Selatan ditutup terjun bebas sebesar 10,84 persen ke level 6.023,66 pada perdagangan hari ini, Selasa, 28 Juli 2026. Pelemahan tajam yang setara dengan koreksi 732 poin ini memicu kekhawatiran pelaku pasar di kawasan Asia, termasuk Indonesia, terhadap potensi efek domino ke Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pasar dibuka pada posisi 6.400,27 sebelum akhirnya terus tertekan hingga menyentuh level penutupan tersebut. Fenomena ini tercatat sebagai salah satu penurunan harian paling signifikan sepanjang 2026. Sebagai perbandingan, KOSPI sempat mencatatkan level tertinggi dalam 52 minggu terakhir di angka 9.385,59 sebelum akhirnya terperosok ke posisi saat ini.

Kronologi dan Tekanan Pasar

Aksi jual masif di Bursa Korea (KRX) hari ini mengejutkan banyak pihak. Meskipun otoritas bursa belum merilis pernyataan resmi mengenai pemicu utamanya, para pelaku pasar menyoroti tiga faktor utama yang berkontribusi terhadap pelemahan ini. Pertama, aksi ambil untung atau profit taking besar-besaran setelah harga saham sempat melambung mendekati level 9.300 dalam setahun terakhir.

Selain itu, sentimen global menjadi tekanan tersendiri bagi investor. Fokus pasar kini tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat serta arah kebijakan suku bunga The Fed yang masih belum menentu. Tidak hanya itu, arus dana asing yang keluar secara drastis dari pasar keuangan Asia turut memperparah kondisi likuiditas di bursa Korea Selatan.

Potensi Dampak terhadap IHSG

Secara historis, gejolak di bursa regional kerap menularkan sentimen negatif ke IHSG. Namun, dampaknya tidak selalu linear. Investor di Indonesia menghadapi setidaknya tiga kemungkinan skenario pada perdagangan esok hari. Skenario pertama, efek sentimen jangka pendek yang mendorong IHSG dibuka melemah akibat kepanikan investor yang cenderung menyamaratakan risiko di pasar negara berkembang.

Di sisi lain, terdapat kemungkinan dana asing justru mengalir masuk ke Indonesia sebagai pelabuhan aman atau safe haven jika Korea dianggap terlalu berisiko. Skenario ketiga adalah absennya dampak signifikan terhadap IHSG apabila fundamental domestik tetap kuat dan tidak dibarengi dengan sentimen negatif dari dalam negeri.

Menghadapi situasi ini, para pelaku pasar disarankan untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru melakukan aksi jual panik. Koreksi sebesar 10 persen merupakan dinamika yang lumrah terjadi dalam volatilitas pasar saham global. Investor sebaiknya lebih selektif dengan memantau saham-saham yang memiliki eksposur langsung ke pasar Korea serta terus mencermati pergerakan arus modal asing di Bursa Efek Indonesia.

Perlu diperhatikan bahwa artikel ini disusun semata-mata untuk tujuan informatif berdasarkan data publik dan bukan merupakan rekomendasi jual atau beli instrumen investasi apa pun. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor dengan melakukan riset mandiri.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda