SEOUL, JOURNALARTA.COM – Indeks KOSPI Korea Selatan ditutup melemah tajam 1,55 persen pada perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026. Indeks utama bursa Negeri Ginseng itu merosot 108,11 poin, mengakhiri hari di level 6.869,83.
Pergerakan KOSPI ini mengikuti tren di jam 18.05 GMT+9 atau pukul 16.05 WIB. Penurunan ini menandai koreksi signifikan setelah sempat bergerak positif di awal sesi.
Fluktuasi KOSPI Sepanjang Hari
Indeks KOSPI memulai perdagangan dengan optimisme, dibuka menguat di level 7.127,77. Bahkan, indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di 7.216,62 pada jam 09.00 waktu setempat, menunjukkan sentimen positif sesaat.
Namun, tekanan jual yang kuat membalikkan arah pergerakan KOSPI. Sepanjang hari, indeks terus terkoreksi hingga mencapai level terendah di 6.788,78. Penutupan di 6.869,83 berarti KOSPI mengakhiri hari di bawah level penutupan sebelumnya yang tercatat di 6.977,94.
| Deskripsi | Nilai |
|---|---|
| Pembukaan | 7.127,77 |
| Tertinggi | 7.216,62 |
| Terendah | 6.788,78 |
| Penutupan | 6.869,83 |
| Penutupan Sebelumnya | 6.977,94 |
Dalam rentang 52 minggu terakhir, KOSPI telah mencatat level tertinggi 9.385,59 dan level terendah 3.079,27, menunjukkan volatilitas pasar yang cukup tinggi dalam jangka panjang.
Penyebab Utama Koreksi Indeks KOSPI
Pelemahan KOSPI hari ini diduga kuat dipicu oleh beberapa faktor, baik dari sentimen global maupun domestik. Kekhawatiran akan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) di Amerika Serikat menjadi salah satu pendorong utama sentimen negatif di pasar global. Kebijakan moneter yang lebih ketat di ekonomi terbesar dunia seringkali memicu keluarnya modal dari pasar berkembang, termasuk Korea Selatan.
Selain itu, sektor saham teknologi Korea Selatan, khususnya saham-saham chip dan semikonduktor raksasa seperti Samsung dan SK Hynix, mengalami koreksi signifikan. Sektor teknologi memiliki bobot besar di KOSPI, sehingga penurunan di saham-saham unggulan ini berdampak besar pada pergerakan indeks secara keseluruhan. Aksi profit taking oleh investor asing juga turut memperparah tekanan jual.
Dampak Penurunan KOSPI terhadap Pasar Asia
Koreksi tajam pada KOSPI biasanya memiliki efek riak ke sentimen pasar saham Asia lainnya. Sebagai salah satu bursa terbesar di kawasan, pergerakan KOSPI kerap dijadikan indikator bagi investor di negara-negara tetangga. Investor di Indonesia, khususnya, perlu mewaspadai potensi tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan sektor teknologi di pasar domestik pada perdagangan berikutnya. Sentimen negatif dari pasar regional bisa mempengaruhi keputusan investasi dan arus modal di bursa Jakarta.
Analis pasar memperkirakan KOSPI akan menguji level support di area 6.850 pada sesi perdagangan berikutnya. Jika indeks mampu bertahan di atas level ini, ada potensi untuk melihat rebound menuju 6.950. Namun, apabila KOSPI gagal mempertahankan support tersebut, koreksi bisa berlanjut hingga level 6.800.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.