JAKARTA — David Chase mengisyaratkan proyek baru tentang empat Italia-Amerika yang pulang ke Italia, lalu mendapati kejutan yang tidak mereka bayangkan. Ide itu ia sampaikan saat berbicara di Karlovy Film Festival 2026 di Republik Ceko, dan kemudian disorot The Hollywood Reporter.
Chase, kreator The Sopranos, melihat peluang cerita dari tren orang membeli rumah murah di kota-kota Italia yang ditinggalkan penduduknya. Dari sana, ia membayangkan kisah yang membawa tokoh-tokoh Italia-Amerika kembali ke “old country” alih-alih merintis hidup di Amerika Serikat.
David Chase dan ide membalik tema lama
Dalam percakapannya dengan wartawan, Chase mengatakan ketertarikannya pada komunitas Italia-Amerika dan fenomena properti murah di Italia. Ia menyebut banyak rumah dijual sangat murah di kota-kota yang kosong karena orang-orang pindah ke kota besar.
“I’m interested in Italian Americans,” Chase said. “People are buying a lot of property in Italy because they sell these houses very cheap there—in these towns that are emptied out and everybody has gone to the city. I’m interested in that— Italians going back and trying to get back to the way it was, and having a rude surprise.’
Ia menambahkan, cerita yang ia bayangkan akan mengikuti empat Italia-Amerika yang kembali ke tanah leluhur mereka. Bukan untuk nostalgia manis. Justru untuk menghadapi kenyataan yang tak seindah harapan awal.
Kalau proyek ini benar-benar jalan, arahnya terasa seperti kebalikan dari The Sopranos. Serial yang dulu menyorot orang Italia-Amerika berusaha menancapkan hidup di Amerika, kini berbalik ke Italia dan menatap akar keluarga dari arah sebaliknya.
Rumah 1 euro dan cerita yang ikut bergerak
Referensi Chase tak muncul dari ruang kosong. Bahan sumber menyebut minat pada perpindahan ke Italia ikut dipicu oleh tren rumah 1 euro, yakni rumah-rumah tua di kota-kota yang kosong dan dijual sangat murah untuk renovasi. Fenomena itu sudah lama jadi bahan liputan media dan juga memantik banyak konten di televisi maupun YouTube.
Sejumlah program yang disebut dalam bahan sumber ikut menangkap arus tersebut. Ada Dream of Italy milik Kathy McCabe di PBS, Smart Move Italy di YouTube, Fixer to Fabulous: Italiano di HGTV, hingga My Big Italian Adventure yang menampilkan Lorraine Bracco merenovasi rumah 1 euro di Sambuca di Sicilia. Bracco, menariknya, pernah bermain sebagai Dr. Melfi di The Sopranos.
Bagi penonton, tren ini memberi dua lapis daya tarik. Pertama, fantasi soal pulang ke akar keluarga. Kedua, rasa penasaran terhadap kehidupan di desa-desa Italia yang perlahan kosong, lalu hidup lagi karena renovasi rumah tua oleh warga asing.
Soalnya, ide seperti ini bukan cuma soal tempat tinggal. Cerita Chase bisa menyentuh migrasi, identitas, dan benturan ekspektasi saat seseorang merasa akan menemukan “rumah”, padahal yang datang justru budaya, aturan, dan realitas yang berbeda jauh. Di layar, konflik semacam ini biasanya bekerja kuat karena dekat dengan pengalaman banyak orang yang mencari tempat pulang.
Kaitan dengan The Sopranos dan warisan David Chase
Banyak orang mungkin mengenal Chase hanya lewat nama keluarganya yang sudah lama terdengar lebih Amerika. Padahal, bahan sumber menyebut ia lahir dengan nama David Henry DeCesare di Mount Vernon, New York. Ia anak tunggal dari dua imigran Italia generasi kedua.
Pengalaman keluarga itulah yang ikut membentuk The Sopranos. Serial HBO itu tayang dari 1997 sampai 2007 selama enam musim dan 86 episode. Finalenya ditonton 11 juta orang, lalu serial ini mendapat kehidupan panjang kedua lewat layanan streaming.
Karena itu, gagasan baru Chase terasa logis sekaligus segar. Ia tetap berada di orbit identitas Italia-Amerika, tapi memindahkan pusat konflik dari New Jersey ke Italia. Dari dunia yang dibangun di Amerika ke tanah asal yang dulu cuma menjadi bayangan nostalgia.
Bahan sumber juga mencatat bahwa Festival Film Karlovy 2026 menjadi tempat Chase menyampaikan ide tersebut kepada wartawan, termasuk Ondřej Novotný dari edisi Ceko Forbes.com. Artinya, status proyek ini masih sebatas gagasan, tetapi cukup jelas menunjukkan arah kreatif yang sedang ia incar.
Jika benar berlanjut, proyek ini berpotensi menarik penonton yang dulu mengikuti The Sopranos dan kini penasaran dengan cerita baru Chase. Bukan karena nostalgia semata. Tapi karena tema pulang kampung, identitas keluarga, dan benturan harapan dengan kenyataan masih punya tenaga besar di layar.
Dan Chase sendiri sudah memberi petunjuk nada ceritanya sejak awal: “having a rude surprise.” Itu kalimat yang terdengar singkat, tapi cukup untuk membuat proyek barunya terasa hidup bahkan sebelum naskahnya benar-benar ada.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.