Selasa, 28 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

KOSPI Anjlok 10,84%! Turun 732 Poin di Sesi Perdagangan 28 Juli 2026

Grafik indeks KOSPI anjlok 10,84 persen 28 Juli 2026
KOSPI Anjlok 10,84%! Turun 732 Poin di Sesi Perdagangan 28 Juli 2026. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Bursa Korea Selatan mencatatkan koreksi tajam setelah indeks KOSPI ditutup terjun bebas pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026. Data pasar menunjukkan indeks berada di level 6.023,66, mencerminkan penurunan sebesar 732,09 poin atau setara dengan 10,84 persen dalam satu hari perdagangan.

Tekanan jual yang masif terlihat sejak pembukaan pasar. KOSPI mengawali perdagangan di level 6.400,27, namun pergerakan harga terus meluncur ke zona merah. Sepanjang sesi, indeks bahkan sempat menyentuh titik terendah harian di level 5.992,91, sementara posisi tertingginya hanya mampu mencapai 6.413,57. Sebagai perbandingan, penutupan hari sebelumnya berada di angka 6.755,75.

Data Pergerakan KOSPI 28 Juli 2026

Keterangan Nilai
Penutupan 6.023,66
Perubahan -732,09 (-10,84%)
Pembukaan 6.400,27
Tertinggi 6.413,57
Terendah 5.992,91
Penutupan Sebelumnya 6.755,75
Tertinggi 52 Minggu 9.385,59
Terendah 52 Minggu 3.079,27

Penurunan drastis ini menjadi perhatian pelaku pasar global mengingat volatilitasnya yang cukup ekstrem. Jika menilik data historis dalam kurun waktu satu tahun terakhir, posisi indeks saat ini masih berada di antara rentang tertinggi 52 minggu di level 9.385,59 dan posisi terendah 3.079,27. Koreksi teknikal sering terjadi ketika bursa telah melalui fase penguatan panjang, namun skala kejatuhan dua digit ini menandakan adanya guncangan sentimen yang kuat.

Faktor Pemicu Gejolak Pasar

Langkah investor asing yang melakukan aksi jual besar-besaran atau profit taking ditengarai menjadi pendorong utama tekanan pada indeks. Selain itu, sentimen negatif dari dinamika ekonomi global, termasuk data ekonomi dari Amerika Serikat dan Tiongkok maupun kebijakan suku bunga, kerap menjadi katalisator bagi pergerakan dana investor di kawasan Asia Timur. Isu geopolitik yang memanas di wilayah tersebut juga tidak jarang memberikan tekanan psikologis bagi para pelaku pasar untuk mengurangi aset berisiko.

Imbas ke Bursa Regional dan Investor

Guncangan di bursa Korea Selatan memiliki dampak sistemik terhadap psikologi perdagangan di Asia, termasuk Indonesia. Koreksi KOSPI yang mencapai 10,84 persen berpotensi memicu kekhawatiran serupa bagi para pelaku pasar di IHSG. Sentimen negatif yang menjalar sering kali membuat investor asing cenderung menarik likuiditas dari pasar berkembang (emerging markets) sebagai langkah mitigasi risiko saat pasar global sedang tidak menentu.

Sektor-sektor yang memiliki eksposur langsung atau keterkaitan rantai pasok dengan industri Korea, seperti sektor teknologi dan otomotif, kemungkinan akan menjadi fokus pemantauan ketat oleh para analis.

Bagi investor individu, volatilitas yang sangat tinggi menuntut ketelitian dalam menganalisis portofolio serta menjaga likuiditas agar tidak terperangkap dalam keputusan emosional akibat kepanikan pasar.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda