Selasa, 28 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Menekraf: Penguatan Ekonomi Lewat Olahraga Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Menekraf
Menekraf

JAKARTA — Olahraga bukan sekadar aktivitas fisik. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya meyakini sektor ini mampu menggerakkan ekonomi nasional dengan melibatkan komunitas dan gaya hidup.

Riefky menegaskan bahwa pendekatan olahraga yang memadukan partisipasi publik berhasil mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif.

“Dengan memanfaatkan pendekatan gaya hidup dan keterlibatan komunitas, inisiatif ini berhasil menggerakkan berbagai bidang kreatif, mulai dari desain apparel hingga media dan hiburan, sekaligus menciptakan lapangan kerja,” ujar Riefky dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Strategi ini terbukti membuka peluang bagi berbagai subsektor usaha kreatif. Fesyen olahraga, penyelenggaraan acara, fotografi, media, hiburan, dan kuliner semuanya mendapat manfaat dari meningkatnya aktivitas olahraga masyarakat. Kegiatan olahraga berbasis komunitas tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga menciptakan ekosistem bisnis yang lebih luas.

Replikasi Model di Berbagai Daerah

Menekraf melihat model pengembangan berbasis partisipasi publik ini perlu diperluas. Riefky menekankan pentingnya mereplikasi pendekatan serupa di berbagai daerah untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional dan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di tingkat lokal.

Kolaborasi antara pemangku kepentingan menjadi kunci kesuksesan. Riefky mengusulkan pendekatan heksaheliks yang melibatkan enam pilar: pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, media, dan masyarakat.

“Melalui sinergi heksaheliks yang solid dan inklusif, perhelatan olahraga bukan sekadar ajang kompetisi fisik, melainkan wadah pemersatu seluruh elemen bangsa, tempat berbagai komunitas melebur dalam semangat kolaborasi, sekaligus menjadi panggung unjuk gigi bagi produk-produk kreatif lokal demi menggerakkan perekonomian nasional,” katanya.

Garuda Finishers: Wujud Nyata Integrasi Olahraga dan Ekonomi Kreatif

Komitmen ini langsung diterapkan melalui peluncuran Garuda Finishers. Kegiatan lari sejauh lima kilometer ini digelar di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day) Jakarta pada Minggu lalu (26/7), melibatkan sekitar 600 pelari dari 48 komunitas lari di berbagai daerah.

Acara tidak hanya fokus pada olahraga. Panggung hiburan, layanan kuliner, dan berbagai aktivitas pendukung melibatkan pelaku ekonomi kreatif lokal secara langsung. Ini menunjukkan bagaimana satu kegiatan olahraga dapat menjadi pasar bagi desainer apparel, fotografer, penyelenggara acara, dan penyedia makanan.

Garuda Finishers merupakan komunitas lari yang diinisiasi oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Kementerian Ekraf dan lintas kementerian berkolaborasi dalam peluncuran ini, menunjukkan dukungan pemerintah terhadap integrasi olahraga dan ekonomi kreatif.

Pemerintah berharap model kolaborasi ini dapat memperkuat ekosistem sport economy sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang inklusif di seluruh daerah. Dengan mengambil langkah strategis ini, ekonomi kreatif tidak lagi tertarik pada pusat, melainkan tersebar ke berbagai komunitas lokal yang aktif berolahraga.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda