JAKARTA — Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawalata melihat Bimbingan Teknis (Bimtek) Partai Perindo 2026 sebagai momentum krusial untuk memperkuat konsolidasi kader sekaligus merancang strategi menghadapi Pemilu 2029. Pernyataan itu disampaikan seusai menghadiri pembukaan acara di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Kegiatan yang menghadirkan 380 anggota DPRD Perindo dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota seluruh Indonesia ini bukan sekadar ajang peningkatan kapasitas. Menurut Mario, Bimtek menjadi wadah penting untuk berbagi pengalaman antarregion guna meningkatkan perolehan kursi pada pemilihan umum mendatang.
“Partai Perindo membutuhkan Bimtek untuk membangun hubungan silaturahmi antara setiap daerah. Di momen ini kita bisa saling berbagi pengalaman masing-masing di daerah, sehingga hal-hal yang baik bisa kita ambil untuk meningkatkan jumlah kursi dan capaian di tahun 2029,” kata Mario.
Strategi Memperkuat Basis Pemilih
Pernyataan Wabup Maluku Tengah mencerminkan kekhawatiran semua partai politik seiring mendekatnya Pemilu 2029. Bukan hanya soal electoral capacity, tetapi juga tentang bagaimana kader di lapangan bisa lebih efektif menjangkau basis pemilih dan mempertahankan dukungan yang sudah dibangun.
Kehadiran 380 anggota legislator Perindo dalam satu forum menunjukkan komitmen partai untuk melakukan konsolidasi dalam skala besar. Mereka datang dari berbagai tingkat — mulai dari DPRD provinsi hingga DPRD kabupaten/kota — menciptakan pertukaran pengalaman lintas wilayah yang jarang terjadi.
Mario menekankan bahwa pembelajaran dari daerah lain sangat berharga. Setiap wilayah memiliki dinamika unik: tantangan geografis berbeda, komposisi pemilih berlainan, isu-isu lokal yang spesifik. Dengan berbagi pengalaman, kader bisa menghindari kesalahan yang sama dan meniru strategi yang terbukti berhasil.
Bimtek Sebagai Alat Konsolidasi Internal
Dalam konteks internal partai, bimtek semacam ini memiliki fungsi ganda. Pertama, memperkuat kemampuan teknis kader dalam hal advokasi, cawe-cawe legislatif, dan engagement dengan masyarakat. Kedua, memperkuat ikatan emosional dan solidaritas antaranggota — hal yang tidak kalah penting dalam mempertahankan loyalitas kader menjelang pemilu.
Strategi ini lazim dilakukan partai-partai besar di Indonesia, khususnya yang ingin meningkatkan performa mereka. Sebab pemilu 2029 bukan sekadar tentang elektabilitas nasional, tetapi juga tentang kemampuan memenangkan seat di setiap dapil. Semakin banyak kader yang terlatih dan termotivasi, semakin besar peluang party machinery berfungsi optimal pada hari pelaksanaan.
Mario menutup observasinya dengan optimisme. Ia percaya bahwa momentum Bimtek ini tidak akan berhenti di Jakarta, melainkan akan dibawa kembali ke daerah masing-masing untuk diterapkan dalam strategi kampanye lokal.
Dengan pendekatan ini, Perindo berharap mampu meningkatkan jumlah kursi yang diraih dibandingkan performa pemilu sebelumnya — salah satu target ambisius setiap partai menjelang pemungutan suara besar-besaran 2029.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.