CIANJUR — Sebanyak 30 personel pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan untuk menjinakkan api yang melalap truk tangki bermuatan 24 ribu liter BBM di Jalan Raya Sukabumi-Cianjur, Senin. Petugas bekerja ekstra keras untuk melokalisasi kobaran api yang membahayakan permukiman warga di sekitar lokasi kejadian.
Tantangan di Lapangan
Kepala Unit Damkar I Cianjur, Zaenal Abidin, mengungkapkan proses pemadaman menghadapi kendala teknis yang cukup berat. Angin kencang di sekitar Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, memicu api menjalar cepat ke bagian atas tangki. Situasi kritis ini memaksa petugas untuk bertindak presisi agar tidak terjadi ledakan lebih besar.
Untuk mendukung upaya ini, Damkar Cianjur menerjunkan empat unit kendaraan pemadam. Bantuan krusial juga datang dari Polres Cianjur yang mengerahkan kendaraan penyemprot air, ditambah tiga truk tangki air tambahan untuk memastikan suplai pemadam tidak terputus selama proses pendinginan berlangsung selama dua jam lebih.
Dampak Lalu Lintas
Insiden ini melumpuhkan akses utama Sukabumi-Cianjur selama tiga jam. Masyarakat yang tinggal di dekat lokasi pun harus dievakuasi sementara ke radius aman untuk menghindari risiko paparan api maupun potensi ledakan material bahan bakar.
Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi, menjelaskan pihaknya kini menerapkan skema buka tutup satu arah guna mengurai kepadatan kendaraan. Langkah ini diambil karena bangkai truk tangki masih berada di tengah jalan dan menunggu proses evakuasi.
“Kami masih menerapkan sistem buka tutup arus selama bangkai truk belum dievakuasi. Rencananya, muatan truk akan dipindahkan malam ini agar proses evakuasi lebih mudah dan arus lalu lintas berjalan normal kembali,” ujar Aang.
Pemulihan Akses Warga
Pihak kepolisian menargetkan pembersihan lokasi dapat rampung pada Senin malam. Tahapan utama yang dilakukan saat ini adalah memindahkan sisa Pertalite ke truk tangki pengganti sebelum bangkai kendaraan berat tersebut ditarik dari badan jalan.
Keamanan publik menjadi prioritas utama. Warga yang sebelumnya sempat mengungsi dari kios dan rumah di sepanjang jalur tersebut kini sudah kembali beraktivitas setelah Damkar menyatakan lokasi benar-benar aman dari sisa-sisa api yang masih mungkin menyala di titik panas (hotspot).
Bagi warga yang melintasi jalur Sukabumi-Cianjur, diharapkan untuk mengikuti arahan petugas di lapangan. Sistem buka tutup yang diberlakukan memang menyebabkan perlambatan, namun langkah ini diambil demi keselamatan pengguna jalan selama proses evakuasi bangkai truk berlangsung.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.