KUPANG — Kebakaran yang menghanguskan sembilan rumah di asrama TNI AD Kuanino, Kota Kupang, Sabtu malam lalu diduga dipicu oleh hubungan pendek arus listrik atau korsleting. Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigadir Jenderal TNI Hendro Cahyono mengungkapkan temuan awal ini, meski investigasi lebih mendalam masih berjalan.
“Untuk penyebabnya masih dalam penyelidikan. Dugaan awal karena hubungan pendek arus listrik,” kata Hendro saat dihubungi Minggu sore (13 September 2026) di Kupang.
Peristiwa kebakaran terjadi pada Sabtu malam, 12 September sekitar pukul 21.30 WITA. Api melanda kawasan rumah dinas yang berada di Barak Sonbay, asrama TNI AD setempat. Penghuni asrama dan warga sekitar langsung berusaha memadamkan api sejak awal sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran resmi.
Tim Pemadam Kebakaran Kota Kupang tiba di lokasi pukul 22.02 WITA. Respons cepat yang dikerahkan melibatkan empat unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Kupang. Dukungan tambahan datang dari dua unit kendaraan water canon milik Polda NTT dan Polresta Kupang Kota.
Operasi pemadaman berlangsung selama sekitar dua jam. Api berhasil dipadamkan pada pukul 23.51 WITA. Petugas kemudian melakukan pemantauan berkelanjutan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Bantuan untuk Prajurit dan Keluarga Terdampak
Seusai kejadian, Hendro Cahyono bersama Ketua Persit KCK Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana Ny Kartika Adiningtyas Cahyono didampingi Kasrem dan staf Korem langsung memberikan bantuan kepada anggota TNI AD beserta keluarganya yang terdampak.
Bantuan itu merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan moril bagi keluarga prajurit yang kehilangan tempat tinggal dan sejumlah barang milik mereka akibat peristiwa ini. Danrem memastikan jajaran Korem 161/Wira Sakti memberikan perhatian penuh terhadap kondisi anggota dan keluarga yang terdampak, termasuk melakukan pendataan kerusakan dan kebutuhan pascakebakaran.
Investigasi Berlanjut
Hendro menekankan bahwa dugaan korsleting listrik masih memerlukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak terkait untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Proses investigasi diharapkan dapat memberikan gambaran lengkap tentang bagaimana kebakaran ini bisa terjadi dan langkah pencegahan yang perlu dilakukan ke depannya di fasilitas asrama TNI AD.
Insiden ini menjadi pengingat penting tentang pentingnya pemeliharaan sistem kelistrikan di hunian padat, khususnya di bangunan bertingkat atau kompleks perumahan dengan banyak penghuni. Korsleting listrik, jika tidak ditangani dengan baik, dapat berkembang menjadi kebakaran besar dalam waktu singkat seperti yang terjadi di asrama TNI AD Kupang.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.