KUPANG — Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) melepas penat dengan lelucon santai saat memberikan pembekalan kepada kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kupang, Sabtu 1 Agustus 2026. Dalam forum internal itu, mantan presiden mengingatkan kader untuk selalu dekat dengan rakyat, tapi juga membuka pintu bagi mereka yang membutuhkan bantuan langsung darinya.
“Kalau bisa diselesaikan sendiri, selesaikan. Kalau tidak bisa, sampaikan kepada Ketua DPD, kemudian Ketua DPW, lalu DPP. Kalau belum bisa juga, ke Solo juga tidak apa-apa. Tapi, jangan sedikit-sedikit ke Solo,” ungkap Jokowi, mengundang tawa para peserta acara.
Komentar tersebut datang setelah Jokowi menekankan pentingnya struktur birokrasi partai yang berjenjang. Dia menginginkan setiap persoalan masyarakat ditangani di tingkat paling bawah dulu—mulai dari kader lapangan hingga tingkat desa dan tempat pemungutan suara (TPS)—sebelum naik ke pusat.
Fondasi Rakyat Sebagai Kunci Kemenangan
Jokowi berkunjung ke NTT untuk melanjutkan safari politiknya setelah sebelumnya singgah ke Lampung. Dalam kesempatan itu, mantan pemimpin negara selama 10 tahun ini tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga garis besar strategi PSI menghadapi Pemilu 2029.
Inti pesannya sederhana: kedekatan dengan rakyat adalah modal utama. “Untuk kader PSI, khususnya DPD Kota Kupang, saya titip, kita selalu berada di tengah-tengah rakyat. Dengarkan keluhan mereka, bantu menyelesaikan persoalan yang ada,” katanya.
Jokowi juga memperingatkan agar PSI tidak kehilangan “daya pijak”—istilah yang mengacu pada koneksi organik dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Menurutnya, partai harus hadir secara konsisten dan memberikan manfaat nyata yang bisa langsung dirasakan oleh warga.
“Jangan sampai kita kehilangan daya pijak, yaitu dekat dengan kehidupan sehari-hari rakyat kita. Kita harus hadir secara konsisten, dan PSI harus mampu menghadirkan manfaat yang nyata yang bisa langsung dirasakan oleh rakyat,” terangnya.
Penguatan Organisasi dari Grassroot hingga Pusat
Sejak keluar dari istana presiden pada Oktober 2024, Jokowi semakin aktif tampil di berbagai forum partai dan organisasi. Kunjungan ke Kupang menunjukkan komitmennya untuk tetap berperan dalam pergulatan politik nasional, meski kini tanpa kekuasaan eksekutif.
Dalam pidato itu, dia menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi PSI hingga ke tingkat desa. Alasan sederhana: Pemilu 2029 akan dimenangkan oleh partai yang mampu mengorganisir basis pemilih dengan rapi di setiap desa dan TPS.
Pesannya kepada seluruh jajaran PSI jelas: perluas dan perkuat kepengurusan dari pusat hingga ke titik paling bawah. Tanpa organisasi yang solid di level grassroot, strategi apa pun akan lemah.
Lelucon tentang Solo—kota tempat Jokowi tinggal setelah pensiun—sebenarnya mengandung makna. Dia ingin kader PSI berusaha keras menyelesaikan masalah di tingkat lokal dulu. Hanya jika benar-benar tertinggal, barulah persoalan itu naik ke level yang lebih tinggi.
Dan yes, pintu Solo tetap terbuka bagi mereka yang membutuhkan bantuan langsung darinya, meski dengan syarat jangan terlalu sering datang.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.