Bagi Rofi, hasil kesepakatan ini adalah modal berharga. Bukan hanya soal angka bonus atau aturan kerja, tapi soal martabat dan pengakuan atas keringat para pekerja di perkebunan. “Kami berharap hasil kesepakatan ini memberikan manfaat bagi seluruh karyawan SGN,” ucapnya singkat namun penuh makna.
Kini, energi para pekerja yang sebelumnya terkuras untuk aksi protes dialihkan kembali ke ladang dan pabrik. Mereka berkomitmen untuk tancap gas. Fokus utama saat ini adalah meningkatkan produktivitas guna mendukung program strategis pemerintah, yakni swasembada gula nasional serta menjaga ketahanan energi dari sektor turunan tebu.
Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa parlemen tidak melulu bicara soal undang-undang di balik meja sidang. Peran DPR sebagai mediator dalam perselisihan industrial terbukti ampuh meredam konflik sebelum meluas. Dialog yang jujur di ruang rapat terbukti lebih efektif ketimbang aksi-aksi di jalanan yang berisiko menciptakan gejolak lebih besar.
Manajemen PT SGN kini dibebani tanggung jawab untuk menuntaskan eksekusi kesepakatan tersebut. Para pekerja pun telah kembali ke unit kerja masing-masing, membawa serta harapan bahwa ketenangan di kantor pusat akan berbanding lurus dengan stabilitas di lapangan produksi.
Pekerjaan rumah berikutnya bagi manajemen adalah memastikan setiap poin yang disepakati di Senayan benar-benar mendarat dengan baik di kantong para karyawan bulan depan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.