Kamis, 30 Juli 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Bernie Taupin Rilis Album Solo Pertama dalam 40 Tahun

Bernie Taupin Rilis Album Solo Pertama dalam 40 Tahun
Bernie Taupin Rilis Album Solo Pertama dalam 40 Tahun

JAKARTA — Bernie Taupin, nama yang selama puluhan tahun lekat dengan Elton John, akhirnya kembali ke panggung dengan proyek yang berdiri di atas kakinya sendiri. Album solo pertamanya dalam hampir 40 tahun, The Sea Has No Mercy, akan dirilis pada 23 Oktober lewat Vertigo Records dan MCA Nashville.

Rilisan ini langsung menarik perhatian karena Taupin bukan sosok baru di balik layar. Selama hampir enam dekade, ia dan Elton John telah berkolaborasi dalam lebih dari 400 lagu dan 30-plus album studio. Namun kali ini, Taupin tidak lagi hanya menulis lirik untuk dinyanyikan orang lain. Ia memegang kendali penuh atas lirik, cerita, dan arah album barunya.

Bernie Taupin dan album solo yang lama ditunggu

Bernie Taupin menyebut proyek ini sebagai hasil dari perjalanan panjang hidupnya. Dalam wawancara yang dikutip Forbes, ia mengatakan, “I’m 76, I’ve got a lifetime under my belt. You’re not as intuitive when you’re younger. That’s not an insult; it’s just a fact of life.

I’ve needed my past to pave the way for what I want to say in the present. I feel I have more wisdom now and I’m better equipped to convey a lifetime of recall and reflection,” he says.

Kalimat itu memberi gambaran jelas soal arah album ini. Taupin tidak mengejar bunyi yang ringan atau sekadar nostalgia. Ia justru mengolah pengalaman hidupnya ke dalam 10 lagu yang disebut menyimpan banyak sudut pandang, dari yang lirih, gembira, sampai elegiak. Di daftar tamu ada Brandi Carlile, Lee Ann Womack, dan putrinya, Georgey.

Yang membuat proyek ini berbeda dari katalog lama Taupin adalah fakta bahwa The Sea Has No Mercy menjadi album pertama yang sepenuhnya ia tulis sendiri. Ia memang pernah merilis tiga album solo — satu pada awal 70-an dan dua pada 80-an — serta dua album bersama band roots-rock miliknya, Farm Dogs. Tapi kali ini, ia berdiri sepenuhnya sebagai penulis sekaligus penggerak cerita.

Dari lagu sedih sampai hubungan panjang dengan Elton John

Menjelang perilisan album, publik sudah bisa mencicipi potongan awal lewat episode baru podcast Sad Song Queens yang tayang 29 Juli.

Podcast yang lahir pada 2025 itu dipandu Laura Webb dan Lindsay Wolfington, dua music supervisor yang membedah satu lagu sedih sebagai pintu masuk ke cerita personal para musisi.

Nama-nama seperti Mumford & Sons, Finneas, David Gray, Ashe, Band of Horses, The National, Christina Perri, Snow Patrol, dan The Fray pernah menjadi tamu.

Taupin disebut tampil natural dan terbuka di sana. Wolfington mengatakan, “He may be painted as a shy person or afraid of the spotlight but he isn’t. He wanted to tell the story of his life in these songs on the new album and record them in an intimate way,” Wolfington says.

Webb juga menyoroti sisi Taupin sebagai penulis yang khas. “Bernie is one of the most prolific songwriters in the world.

He specializes in melancholy, character-driven storytelling, and profound vulnerability,” says Webb, who calls Your Song “truly one of the most perfect songs there is… When Bernie walked into the studio and saw our Sad Song Queens logo, he said, ‘You know I wrote a song about sad songs.’ To which we said, ‘Oh we know.’ He was so genuine and approachable.”

Di sini, Taupin juga membahas pandangannya tentang lagu sedih. Kepada Forbes, ia mengatakan, “Sad songs in general are more appealing and interesting than the happy go lucky, I love you, you love me variety,” lalu menambahkan, “Pain gives you more ammunition, more colors to create from. Aside from that the emotional value is more satisfying.”

Bagi pendengar musik, pernyataan itu menjelaskan kenapa nama Taupin bertahan begitu lama dalam sejarah pop dan rock. Ia menulis dari sisi emosi, karakter, dan luka. Hasilnya, lagu-lagu seperti Bennie and the Jets, Rocket Man, Tiny Dancer, Don’t Let the Sun Go Down on Me, I’m Still Standing, dan Crocodile Rock lahir dari kerja sama ikonik bersama Elton John.

Detail yang paling menarik dari proyek baru ini

Dalam obrolan yang sama, Taupin juga mengaku punya fobia besar terhadap laut terbuka. Ia hampir tenggelam dua kali dalam hidupnya, bahkan mimpi buruk tentang tsunami dan badai masih menghantuinya. Baginya, laut adalah sesuatu yang indah sekaligus kejam.

Wolfington mengatakan Taupin bahkan membuka cerita soal makna di balik judul lagu utama. “The sea truly terrifies him as well as does open water—beautiful and cruel. Bernie almost drowned twice in his life, once with his life flashing before him. He has nightmares about tsunamis and the storm. The last scene in [the film] The Perfect Storm is a depiction of his worst nightmare.”

Ia juga menyinggung satu hal yang jarang diketahui publik: Taupin tidak suka disebut penyair. “Do not call him a poet! He mentions that this is a thorn in his paw. He feels poetry and writing lyrics are completely different artforms,” Webb says.

Di sisi lain, Taupin ternyata juga mengagumi generasi baru. Ia disebut sebagai penggemar Olivia Rodrigo, sesuatu yang memperlihatkan bagaimana penulis lirik lintas zaman bisa saling membaca era masing-masing tanpa harus berjarak. Dan saat bicara soal karya untuk Elton John, Taupin mengingatkan bahwa Tiny Dancer bukan hit besar sebelum dipakai dalam Almost Famous.

Ia juga menyebut dirinya dan Elton umumnya bersedia melisensikan musik mereka, sebuah sikap yang disambut hangat oleh Wolfington dan Webb yang bekerja di ranah music supervision. Di ujung obrolan, Taupin bahkan membocorkan asal-usul judul The Bitch Is Back dan siapa yang dimaksud sebagai “bitch” di balik lagu itu.

Album barunya belum rilis, tapi jejaknya sudah terasa jelas: seorang penulis lagu yang selama ini berada di balik sorotan kini memilih bicara dengan suaranya sendiri, lewat 10 lagu yang lahir dari ingatan, luka, dan umur panjang yang ia bawa ke studio.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda