Jumat, 31 Juli 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

10 Kota Dengan Gedung Pencakar Langit Terbanyak di Dunia 2026

10 kota dengan gedung pencakar langit terbanyak di dunia
10 Kota Dengan Gedung Pencakar Langit Terbanyak di Dunia 2026. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Jakarta diproyeksikan masuk dalam daftar 10 kota dengan jumlah gedung pencakar langit terbanyak di dunia pada tahun 2026. Ibu kota Indonesia ini menempati posisi ke-10 dengan 118 bangunan, bersaing dengan metropolitan global seperti Hong Kong, New York, dan Dubai. Data ini menghitung gedung dengan tinggi lebih dari 150 meter.

Predikat kota dengan langit-langit gedung yang menjulang tinggi masih didominasi oleh kota-kota di Asia, terutama China. Sebanyak lima dari sepuluh kota teratas berasal dari Tiongkok, menunjukkan percepatan pembangunan vertikal yang luar biasa di negara tersebut.

Dominasi Asia: Hong Kong dan Shenzhen Memimpin

Tabel berikut menunjukkan 10 kota dengan gedung pencakar langit (>150m) terbanyak pada tahun 2026:

Peringkat Kota Negara Jumlah Gedung >150m Gedung Tertinggi
1 Hong Kong China 657 ICC (484m)
2 Shenzhen China 439 Ping An (599m)
3 New York USA 314 One WTC (541m)
4 Dubai UAE 260 Burj Khalifa (828m)
5 Shanghai China 202 Shanghai Tower (632m)
6 Tokyo Jepang 185 Azabudai Hills (325m)
7 Guangzhou China 173 CTF Guangzhou (530m)
8 Chicago USA 138 Willis Tower (442m)
9 Kuala Lumpur Malaysia 129 Merdeka 118 (679m)
10 Jakarta Indonesia 118 Gama Tower (285m)

Hong Kong mempertahankan posisinya sebagai ‘raja’ pencakar langit dengan 657 gedung di atas 150 meter. Keterbatasan lahan dan nilai properti yang tinggi di wilayah ini mendorong pembangunan vertikal secara ekstrem. Pemandangan ikonik Victoria Harbour dengan latar belakang gedung-gedung tinggi menjadi daya tarik utama kota ini.

Shenzhen, yang sering disebut sebagai ‘Silicon Valley-nya China’, menunjukkan pertumbuhan paling pesat. Sepuluh tahun lalu, kota ini masih didominasi lahan pertanian, namun kini telah memiliki 439 gedung pencakar langit. Ledakan pertumbuhan sektor teknologi dan properti menjadi pendorong utama pesatnya pembangunan.

New York dan Dubai: Simbol Klasik dan Modernitas

New York, dengan 314 gedung, tetap menjadi salah satu pusat arsitektur dunia. Kota ini menjadi rumah bagi Wall Street dan One World Trade Center, menampilkan perpaduan gaya arsitektur dari Art Deco klasik hingga desain kaca modern. Keberadaan gedung-gedung tinggi mencerminkan perannya sebagai pusat keuangan dan budaya global.

Dubai, dengan 260 gedung di tengah gurun, adalah simbol ambisi dan kemewahan. Kota ini menjadi rumah bagi Burj Khalifa, gedung tertinggi di dunia (828 meter), serta berbagai bangunan megah lainnya. Fokus pada pariwisata, bisnis, dan gaya hidup mewah menjadi pendorong utama pengembangan arsitektur vertikal yang spektakuler di Dubai.

Jakarta: Ambisi Menuju 200 Gedung

Sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia, Jakarta menempati peringkat ke-10 dengan 118 gedung yang tingginya lebih dari 150 meter. Gedung tertinggi di Jakarta adalah Gama Tower (285 meter) yang berlokasi di Kuningan. Kawasan seperti SCBD, Mega Kuningan, dan Thamrin telah bertransformasi menyerupai ‘mini Manhattan’ dengan deretan gedung-gedung modern.

Pemerintah dan pengembang di Jakarta menargetkan penambahan signifikan, dengan ambisi untuk mencapai 200 gedung pencakar langit pada tahun 2030. Ini menunjukkan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi di ibu kota.

Penyebab Ledakan Pembangunan Gedung Tinggi

Pembangunan gedung pencakar langit yang masif di kota-kota ini didorong oleh beberapa faktor utama. Keterbatasan lahan menjadi alasan krusial di kota-kota padat seperti Hong Kong, Singapura, dan Jakarta, yang memaksa pengembangan ke arah vertikal. Banyaknya gedung-gedung tinggi juga menjadi cerminan dari status kota sebagai pusat bisnis global, seperti New York dan Shanghai, yang menarik investasi dan korporasi besar.

Selain itu, faktor prestise dan pariwisata juga memainkan peran penting, terutama di kota-kota seperti Dubai dan Kuala Lumpur, yang ingin menampilkan citra modern dan futuristik. Terakhir, pertumbuhan ekonomi yang cepat, seperti yang dialami Shenzhen dan Jakarta, secara langsung memicu permintaan akan ruang perkantoran dan hunian vertikal yang efisien.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda