Kasus ini menegaskan bahwa pengawasan di wilayah pesisir tak bisa longgar. Jalur seperti Pantai Dusun Selindung dan kawasan sekitar Mentok menjadi titik yang terus dipantau karena pergerakan orang dan barang bisa berlangsung cepat. Bagi warga, pengungkapan semacam ini berarti ancaman narkotika tidak selalu muncul di pusat keramaian; ia juga bisa masuk lewat area yang tampak sepi.
Di sisi lain, polisi berharap warga ikut memberi informasi saat melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Iptu Yos menyampaikan ajakan itu secara langsung. “Peran serta masyarakat sangat berharga. Jika mengetahui atau menduga adanya praktik penyalahgunaan maupun peredaran narkotika, segera hubungi atau lapor ke pos polri terdekat. Mari kita jaga bersama agar Bangka Barat tetap bersih dari bahaya narkoba,” serunya.
Hingga kini, A alias Sangkut bersama seluruh barang bukti masih diproses di Sat Polairud Polres Bangka Barat. Penyidik melanjutkan pemeriksaan untuk menelusuri asal-usul sabu, jaringan yang terhubung, dan peran pelaku dalam peredaran di Mentok dan sekitarnya.
FAQ (Pertanyaan Umum)
Q: Di mana lokasi penangkapan tersangka dilakukan?
A: Penangkapan berlangsung di kawasan pesisir Pantai Dusun Selindung, Desa Air Putih, Kecamatan Mentok, kemudian dikembangkan ke kontrakan tersangka di Kampung Puput, Kelurahan Sungai Daeng.
Q: Apa pekerjaan tersangka dan berapa total paket sabu yang diamankan?
A: Tersangka bekerja sebagai buruh harian lepas. Polisi berhasil mengamankan total 18 paket sabu beserta alat timbang dan alat hisap.
Q: Bagaimana peran masyarakat yang diharapkan polisi?
A: Masyarakat diminta aktif memberikan informasi atau laporan jika mengetahui adanya dugaan peredaran narkoba demi keamanan bersama.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.