Kamis, 30 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Prabowo Beri Sinyal Destry Damayanti Calon Kuat Gubernur Baru BI: Oke Ya? Tapi Terserah DPR

Prabowo Beri Sinyal Destry Damayanti Calon Kuat Gubernur Baru BI
Prabowo Beri Sinyal Destry Damayanti Calon Kuat Gubernur Baru BI

JAKARTAPresiden Prabowo Subianto melontarkan candaan kepada Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, menjadi sinyal kauat menjadi pimpinan baru bank sentral Indonesia. Namun dia menekankan keputusan akhir ada di tangan DPR.

Candaan tersebut terungkap saat Prabowo meresmikan akad massal 62.000 unit Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Subsidi dan Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Saat menyapa pejabat dan tamu undangan, Prabowo meluruskan pernyataan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, yang menyebut Destry sebagai Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia. “Tadi ada di sini, yang saya sebut saya kira tadi Menteri Perumahan, eh salah tadi, bukan.

Ini Ibu Destry adalah sekarang adalah pejabat… Pejabat Gubernur Sementara. Pjs ya, singkatannya, Pejabat Gubernur Sementara,” ujar Prabowo.

Sinyal Politik di Balik Pernyataan

Penekanan Prabowo terhadap posisi Destry sebagai Pjs Gubernur BI memiliki bobot tersendiri. Penyebutan jabatan yang spesifik dan jelas dari presiden dianggap sebagai sinyal kuat sokongan terhadap calon gubernur BI yang permanen. Dalam dinamika politik Indonesia, pernyataan presiden di acara publik seperti itu sering menjadi indikator preferensi pemerintah terhadap kandidat tertentu.

Namun Prabowo juga memberikan catatan penting: keputusan final tetap berada di tangan DPR sebagai lembaga yang berwenang merekomendasikan calon gubernur BI. Frasa “tapi terserah DPR” dalam judul mencerminkan batasan kewenangan presiden dalam hal ini. Meski pemerintah bisa mengusulkan atau memberi sinyal, DPR memiliki hak suara yang determinatif.

Posisi Destry Sebagai Kandidat

Destry Damayanti saat ini menjabat Pjs Gubernur Bank Indonesia menggantikan Perry Warjiyо. Pengalaman dan track recordnya di institusi keuangan pusat menjadikannya salah satu nama yang dipertimbangkan untuk posisi gubernur BI permanen. Dengan sinyal dari presiden seperti ini, posisinya semakin diperkuat dalam percaturan pemilihan gubernur BI berikutnya.

Proses seleksi gubernur BI melibatkan berbagai pihak: pemerintah mengajukan rekomendasi, DPR melakukan evaluasi mendalam terhadap calon-calon, dan keputusan akhir ditetapkan melalui mekanisme yang sudah ditentukan undang-undang. Sinyal Prabowo terhadap Destry menunjukkan bahwa nama ekonom perempuan ini sudah masuk dalam radar serius pemerintah.

Dinamika Calon Gubernur BI

Pencarian gubernur BI baru menjadi topik hangat di kalangan ekonom dan politisi. Selain Destry, beberapa nama lain juga disebut sebagai kandidat potensial. Namun dengan sinyal publik dari presiden pada acara formal seperti akad massal KPR itu, momentum Destry mendapat tambahan kuat.

Momentum ini penting karena berbagai stakeholder—dari pasar, media massa, hingga komunitas ekonom—akan mempertimbangkan pernyataan presiden sebagai bagian dari landscape political economy Bank Indonesia. Candaan ringan Prabowo sebenarnya mengandung pesan serius tentang preferensi pemerintah, meski tetap menyisakan ruang untuk proses demokratis di DPR.

Keputusan DPR terhadap calon gubernur BI tidak semata-mata tergantung rekomendasi pemerintah. Anggota dewan akan mempertimbangkan kredibilitas, pengalaman, visi, dan kapabilitas masing-masing calon dalam mengelola bank sentral di era ketidakpastian ekonomi global saat ini.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda