Sabtu, 1 Agustus 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Canda Prabowo Soal Pjs Gubernur BI Destry: Oke Ya? Tapi Nanti Terserah DPR

Canda Prabowo Soal Pjs Gubernur BI Destry
Canda Prabowo Soal Pjs Gubernur BI Destry

Presiden Prabowo Subianto melempar candaan yang mencuri perhatian di sela-sela acara akad massal KPR subsidi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Di depan ratusan tamu undangan, Prabowo secara spontan bertanya soal sosok Destry Damayanti yang kini menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia.

Momen ini bermula saat Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, salah menyebutkan posisi Destry. Ara, sapaan akrab sang menteri, awalnya memperkenalkan Destry dengan jabatan Deputi Gubernur Senior BI. Prabowo yang duduk di kursi utama langsung memotong pembicaraan dengan gaya santai namun penuh ketegasan untuk mengoreksi istilah tersebut.

“Menteri Perumahan salah tadi, ini ibu Destry adalah pejabat sementara gubernur. Jadi pejabat,” ucap Prabowo. Suasana yang tadinya formal mendadak cair. Presiden kemudian menatap audiens dan melontarkan kalimat yang langsung mengundang gelak tawa. “Kayaknya gimana? Oke ya?” selorohnya, merujuk pada peluang Destry untuk menjabat sebagai Gubernur BI definitif.

Mekanisme di Tangan DPR

Tak ingin candaannya disalahartikan sebagai keputusan final, Prabowo segera memberikan penekanan. Ia menegaskan bahwa kursi pimpinan tertinggi di bank sentral bukan perkara yang bisa diputuskan secara personal oleh presiden. Ada mekanisme konstitusional yang mengikat dan harus dilalui. Keputusan akhir, menurut dia, tetap berada di tangan Dewan Perwakilan Rakyat.

Tugas kursi Gubernur BI sendiri memang sedang kosong menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo pada 25 Juli 2026 lalu. Berdasarkan Pasal 50 ayat (2) Undang-Undang Bank Indonesia, kekosongan kepemimpinan tersebut tidak boleh dibiarkan lama. Destry Damayanti akhirnya ditunjuk menjadi Pjs Gubernur sampai ada pejabat definitif yang terpilih secara resmi.

Nama Destry memang muncul ke permukaan sebagai salah satu kandidat kuat. Rekam jejaknya sebagai Deputi Gubernur Senior menjadikan ia figur paling logis untuk mengisi transisi kepemimpinan. Meski begitu, hiruk-pikuk politik di Senayan dipastikan akan menentukan arah kebijakan ini nantinya. Prabowo tampak tahu betul bahwa sinyal yang ia berikan hanyalah bagian dari dinamika, bukan perintah langsung.

Di balik perbincangan soal jabatan tersebut, substansi utama kunjungan Presiden ke Batang adalah masalah ekonomi rakyat. Ia hadir untuk menyaksikan prosesi akad massal 62.000 unit KPR subsidi.

Program ini menjadi salah satu pilar penting pemerintah dalam menekan angka kebutuhan hunian yang selama ini menjadi kendala bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Angka yang digelontorkan tidak sedikit.

Total penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor perumahan kali ini menyentuh Rp880 miliar.

Kehadiran Destry di acara tersebut pun bukan sekadar pelengkap. Sebagai pjs gubernur, ia memikul tanggung jawab besar untuk menjaga stabilitas moneter saat ekonomi nasional sedang dipacu melalui berbagai stimulus perumahan dan usaha rakyat. Tekanan ekonomi memang tidak ringan. Di saat yang sama, kursi BI harus segera diisi oleh sosok yang mampu bermanuver di tengah kondisi global yang tak menentu.

Hingga saat ini, belum ada nama lain yang secara resmi diusulkan pemerintah ke meja legislatif untuk menggantikan Perry Warjiyo. Proses seleksi dan fit and proper test di DPR akan menjadi babak penentu bagi Destry atau kandidat lainnya.

Sementara menunggu keputusan politik tersebut bergulir, Destry tetap menjalankan fungsi kesehariannya di BI, termasuk memastikan bahwa aliran kredit murah bagi masyarakat di Batang dan daerah lainnya bisa tersalurkan dengan baik tanpa hambatan birokrasi.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda