Kamis, 30 Juli 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Tak Perlu Digoreng, Ternyata Tempe Mentah Bisa Bikin Wajah Bersih dan Penceranaan Lebih Sehat

Tak Perlu Digoreng, Ternyata Tempe Mentah Bisa Bikin Wajah Bersih dan
Tak Perlu Digoreng, Ternyata Tempe Mentah Bisa Bikin Wajah Bersih dan

JAKARTA — Tempe mentah kembali jadi sorotan setelah dr. Zaidul Akbar menyebut bahan makanan ini sebaiknya tidak digoreng bila ingin menjaga manfaatnya. Dalam tayangan di kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official, ia mengaitkan konsumsi tempe mentah dengan wajah yang lebih bersih dan pencernaan yang lebih sehat.

Pesan itu muncul di tengah kebiasaan banyak orang yang lebih sering menyajikan tempe dalam bentuk goreng. Padahal, menurut penjelasan yang dikutip VIVA, proses pemanasan berisiko merusak nutrisi penting di dalam tempe.

Tempe mentah disebut lebih menjaga nutrisi

Dr. Zaidul Akbar menyoroti bahwa tidak semua bahan makanan lebih baik setelah dimasak. Menurut dia, ada makanan tertentu yang justru memberi manfaat maksimal saat dikonsumsi mentah karena nutrisinya tetap utuh.

“Memang ada jenis-jenis tumbuhan atau mungkin produksi ciptaan Allah memang dia kemampuan kerjanya itu luar biasa,” ungkap dr Zaidul Akbar pada tayangan YouTube dr Zaidul Akbar Official.

Ia lalu mengajak masyarakat lebih selektif memilih asupan harian. Pesannya singkat, tapi tegas. “Anda mulai sekarang kalau mau hidup sehat sebenarnya gampang, enggak usah ngurusin penyakitnya, tapi urusin piringnya, urusin apa yang dimakan,” sarannya.

Dalam konteks tempe, anjuran itu mengarah pada cara konsumsi yang tidak terlalu banyak memanaskan bahan pangan. Bagi dr. Zaidul Akbar, tempe mentah dinilai lebih baik dibanding tempe yang digoreng jika tujuannya menjaga kualitas nutrisi.

Kenapa penggorengan jadi masalah

Di titik ini, dr. Zaidul Akbar menyinggung protein tempe. Menurut dia, pemanasan dapat memicu denaturasi protein sehingga kandungan penting di dalam tempe tidak lagi bekerja seperti semula.

“Coba lihat denaturasi protein terjadi kapan, kalau dipanaskan, ini kan protein tempe, dipanaskan rusak sebenarnya,” terangnya.

Pernyataan itu menjelaskan kenapa ia menilai tempe mentah lebih menguntungkan untuk sebagian orang yang ingin menjaga pola makan sehat. Bukan cuma soal rasa, tapi juga soal bagaimana tubuh menerima nutrisi dari makanan yang dikonsumsi.

Fokusnya jelas: kualitas isi piring. Bukan sekadar kenyang, melainkan bagaimana makanan diproses sebelum masuk ke tubuh.

Dampaknya ke kulit dan pencernaan

Bagian yang paling menarik dari penjelasan ini ada pada dampak langsungnya. Dr. Zaidul Akbar mengaitkan tempe mentah dengan dua hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: kebersihan kulit wajah dan kesehatan pencernaan.

“Kalau anda pengen wajahnya kinclong, pencernaannya baik, tempe itu jangan digoreng,” kata dr Zaidul Akbar.

Bagi pembaca, pesan ini terasa sederhana, tapi efeknya bisa luas. Di rumah, banyak orang masih menganggap gorengan sebagai cara paling praktis mengolah tempe. Sementara itu, penjelasan ini mendorong orang melihat ulang pilihan yang tampak biasa saja di meja makan.

Soalnya, cara masak ikut menentukan apa yang akhirnya diterima tubuh. Jika tempe dipanaskan berlebihan, manfaat yang diharapkan bisa berubah. Kalau dikonsumsi mentah, setidaknya menurut penjelasan narasumber, ada peluang nutrisi tetap terjaga lebih baik.

Tempe, makanan yang akrab tapi sering diperlakukan sama

Tempe memang sudah lama lekat dengan dapur Indonesia. Mudah ditemukan, murah, dan fleksibel diolah. Justru karena terlalu akrab, banyak orang jarang memikirkan apakah semua cara masak memberi hasil yang sama.

Artikel VIVA ini menempatkan tempe dalam sudut yang berbeda. Bukan sebagai lauk harian semata, melainkan bahan makanan yang cara pengolahannya ikut memengaruhi manfaat. Di sini, tempe mentah disebut sebagai opsi yang patut dipertimbangkan bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan secara lebih sederhana.

Pesan dr. Zaidul Akbar juga menyentuh kebiasaan yang sering dianggap sepele. Orang kerap fokus pada obat atau keluhan tubuh, padahal ia justru menekankan isi piring. Pendekatannya langsung ke kebiasaan makan, bukan ke gejala yang sudah muncul.

Itu sebabnya, pembahasan soal tempe mentah bukan cuma urusan selera. Ada kebiasaan harian yang ikut ditata ulang. Dan dari situlah pertanyaannya bergeser: apakah tempe yang biasa digoreng memang selalu jadi pilihan terbaik, atau justru cara penyajiannya perlu lebih diperhatikan sejak sekarang?

Dalam tayangan itu, jawaban dr. Zaidul Akbar cukup tegas. Untuk menjaga wajah tetap kinclong dan pencernaan tetap baik, tempe disebut lebih baik tidak digoreng.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda