JAKARTA — Program MBG memasuki babak baru setelah jumlah penerima manfaat naik dari sekitar 570 ribu menjadi lebih dari 58 juta orang dalam waktu kurang dari dua tahun. Di saat yang sama, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG melesat dari sekitar 190 menjadi lebih dari 19.000 unit.
Lompatan itu membuat perdebatan bergeser. Bukan lagi hanya soal memperluas jangkauan, melainkan bagaimana Program MBG bisa tetap responsif di negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, kondisi geografis yang berbeda, dan sistem pangan yang tidak seragam.
Program MBG dan kebutuhan model yang lebih lentur
Pencapaian Program MBG menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia. Skala itu juga menegaskan bahwa program ini sudah berada di level salah satu program sosial terbesar yang pernah dijalankan negara.
Namun, cakupan yang membesar membawa pekerjaan rumah baru. Indonesia bukan satu lanskap yang sama rata. Papua dan Aceh punya pola konsumsi yang berbeda, ketersediaan bahan pangan pun tidak sama, begitu juga kapasitas pemasok lokal, infrastruktur distribusi, serta kemampuan pemerintah daerah. Dari sini, satu model yang dipaksa berlaku di semua tempat justru berisiko kurang pas.
Karena itu, penguatan Program MBG kini lebih dekat ke upaya mengembangkan berbagai modalitas penyelenggaraan yang saling melengkapi. Standar nasional tetap penting sebagai penjamin mutu, keamanan pangan, dan pemerataan layanan. Tapi cara mencapainya tidak harus seragam di semua wilayah.
Pada titik ini, pertanyaannya sederhana: model mana yang paling cocok untuk kondisi tertentu. Di kota besar dengan penerima manfaat yang padat, SPPG punya keunggulan karena bisa memanfaatkan economies of scale lewat pengadaan bahan pangan dalam jumlah besar, fasilitas produksi bersama, dan biaya operasional per porsi yang lebih efisien.
Model seperti itu masuk akal untuk kawasan dengan rantai pasok yang relatif baik. Produksi bisa dipusatkan, distribusi lebih terukur, dan skala layanan bisa dikejar tanpa harus membangun banyak titik kecil yang tersebar.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.