Kamis, 30 Juli 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Babak Baru Program MBG: Menempatkan Sekolah sebagai Mitra Strategis

Program MBG menempatkan sekolah sebagai mitra strategis
Program MBG dinilai memasuki fase baru dengan sekolah sebagai mitra strategis dalam penyelenggaraan makanan bergizi. (Ilustrasi: AI)

Di wilayah lain, situasinya berbeda. Ada daerah yang sekolahnya sudah siap, pemasok lokalnya kuat, dan dukungan masyarakatnya tinggi. Dalam kondisi seperti itu, pendekatan yang lebih dekat dengan sekolah dinilai bisa memberi nilai tambah yang tidak selalu muncul lewat model terpusat.

Keunggulan pertama ada pada kedekatan. Guru dan sekolah berhadapan langsung dengan siswa setiap hari. Mereka cepat tahu apakah makanan diterima dengan baik, menu apa yang kurang diminati, dan kebutuhan gizi mana yang perlu perhatian. Umpan balik seperti ini jadi jauh lebih cepat bergerak jika sekolah ikut berperan aktif.

Survei Monitoring dan Evaluasi MBG 2025 Badan Pusat Statistik menemukan sekitar 30% siswa tidak menghabiskan makanan yang diberikan, terutama karena menu belum sepenuhnya sesuai dengan preferensi mereka. Temuan itu menunjukkan satu hal yang sangat praktis: menu yang baik di atas kertas belum tentu habis di piring jika tidak dekat dengan kebiasaan makan anak.

Kedekatan sekolah dengan orang tua dan masyarakat juga memberi ruang komunikasi yang lebih intensif. Kualitas makanan, kebutuhan peserta didik, dan kendala pelaksanaan bisa dibahas lebih cepat. Sekolah pun tidak berhenti sebagai lokasi distribusi. Ia bisa berubah menjadi ruang koreksi harian untuk memperbaiki program.

Keunggulan lain datang dari sisi ekonomi lokal. Data Susenas menunjukkan rumah tangga miskin dan rentan masih mengalokasikan lebih dari 60% pengeluarannya untuk makanan. Jika bahan pangan dibeli dari petani, nelayan, koperasi, atau UMKM setempat, manfaat Program MBG tidak berhenti di gizi anak. Uangnya ikut berputar di sekitar sekolah.

Dampaknya terasa ke dua arah. Anak mendapat makanan yang lebih dekat dengan selera dan kebutuhan daerah. Di saat yang sama, pelaku lokal memperoleh pasar yang lebih pasti. Rantai pasok juga bisa lebih pendek. Barang tak harus menempuh perjalanan panjang sebelum sampai ke meja makan.

Dampak langsung bagi sekolah, daerah, dan ekonomi lokal

Di sinilah arti penting sekolah sebagai mitra strategis. Bukan sekadar tempat makan siang, melainkan simpul yang menghubungkan gizi, pendidikan, dan ekonomi sekitar. Ketika sekolah ikut terlibat, Program MBG punya peluang lebih besar untuk menyesuaikan menu, mengurangi sisa makanan, dan mendorong pemakaian pangan lokal yang lebih luas.

Halaman:123Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda