MATARAM — Persaingan memperebutkan penonton di antara dua ajang balap prestisius, MotoGP Mandalika dan MotoGP Sepang, kerap menjadi perbincangan hangat setiap musim. Kedekatan waktu penyelenggaraan sering memunculkan spekulasi mengenai rivalitas antara sirkuit di Indonesia dan Malaysia tersebut.
Pada musim 2026, MotoGP Mandalika dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober di Sirkuit Mandalika, Lombok. Sementara itu, MotoGP Malaysia akan digelar menyusul di Sirkuit Sepang pada 30 Oktober-1 November 2026.
Direktur Tourism Malaysia Jakarta, Hairi Mohd Yakzan, menegaskan bahwa fenomena ini bukanlah bentuk kompetisi. Menurutnya, kalender balap tersebut merupakan susunan Dorna Sports yang telah disesuaikan dengan peta kawasan. “Tempatnya berbeda, atmosfernya berbeda, dan setiap tahun jadwalnya memang sudah disusun begitu oleh Dorna. Ini bukan hal baru,” ujar Hairi di Mataram, Kamis (30/7/2026).
Daya Tarik Pembalap Lokal
Hairi menjelaskan bahwa magnet utama yang mengundang antusiasme penonton justru terletak pada kehadiran pembalap kebanggaan masing-masing negara. MotoGP Indonesia kini menyorot talenta muda Veda Ega Pratama, sementara Malaysia mengandalkan Hakim Danish.
Kehadiran pahlawan lokal terbukti menjadi crowd puller yang efektif. Sosok pembalap lokal mampu mendatangkan puluhan hingga ratusan ribu pasang mata ke sirkuit, sebuah fenomena yang dianggap Hairi sebagai konsep universal di dunia balap internasional.
Sinergi Bisnis dan Pariwisata
Selain faktor atlet, kolaborasi nyata terjadi di level Business-to-Business (B2B) antara agen perjalanan kedua negara. Pelaku industri pariwisata di Indonesia dan Malaysia aktif saling mempromosikan paket tur balapan. Sebagai contoh, agen perjalanan seperti TX Travel konsisten memasarkan paket menonton MotoGP Sepang, yang rata-rata menyedot hingga 200 ribu penonton setiap tahun.
Sebaliknya, operator perjalanan dari Malaysia juga turut menjual paket wisata untuk membawa wisatawan mancanegara menyaksikan keseruan MotoGP di Sirkuit Mandalika. Kerjasama lintas batas ini bertujuan untuk mendongkrak pergerakan wisatawan di kawasan ASEAN secara kolektif.
Kolaborasi sektor swasta dan kehadiran talenta muda di kedua sirkuit ini justru dipandang sebagai langkah saling melengkapi untuk memperkuat ekosistem balap regional. Bagi industri pariwisata, momentum balap ini adalah peluang emas untuk saling bertukar arus kunjungan turis antarnegara yang terus tumbuh tiap tahunnya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.