Selain itu, SIA juga memperkuat jaringannya di Eropa untuk musim panas 2026:
- Amsterdam: Frekuensi naik menjadi 10 kali seminggu mulai 1 Agustus hingga 22 Oktober 2026.
- Madrid: Rute baru ini akan beroperasi 5 kali seminggu via Barcelona.
- Manchester & Milan: Keduanya akan dilayani setiap hari.
- Munich: Frekuensi ditingkatkan menjadi 10 kali seminggu.
- London Gatwick: Akan dilayani dua kali sehari.
Kerja sama dengan Air New Zealand juga diperluas, meningkatkan kapasitas rute Singapura-Selandia Baru sebesar 17%, atau 72.000 kursi tambahan, mulai akhir Oktober 2026. Air New Zealand akan membuka penerbangan 3 kali seminggu ke Christchurch.
Rencana Armada dan Investasi Jangka Panjang
Untuk mendukung ekspansi ini, SIA sedang dalam negosiasi dengan Airbus dan Boeing untuk pengadaan minimal 50 pesawat wide-body. Pilihan armada mengerucut pada Boeing 777X (400 kursi) atau Airbus A350-1000. Investasi SIA di Air India, meskipun menyumbang kerugian, dianggap sebagai strategi “permainan panjang” oleh CEO SIA.
Permintaan perjalanan diperkirakan tetap kuat, begitu pula pasar kargo yang menunjukkan ketahanan, didukung oleh sektor semikonduktor dan pusat data. Namun, kenaikan harga tiket yang telah dilakukan SIA dan Scoot di seluruh jaringannya belum sepenuhnya menutupi peningkatan biaya jet fuel. Ini menunjukkan bahwa meskipun pendapatan naik, margin keuntungan masih tertekan oleh biaya bahan bakar.
Dampak ke Konsumen
Bagi para pelancong, ekspansi rute dan peningkatan frekuensi SIA berarti lebih banyak pilihan destinasi, terutama ke Eropa, China, dan Timur Tengah. Namun, mereka juga harus bersiap menghadapi potensi kenaikan harga tiket lebih lanjut. Ini adalah konsekuensi langsung dari tekanan biaya operasional yang dihadapi maskapai, yang pada akhirnya akan diteruskan kepada konsumen.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.