Jumat, 31 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Tolak Investasi Swasta di FIFA

UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Tolak Investasi Swasta di FIFA
UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Tolak Investasi Swasta di FIFA

ZURICH — Dunia sepak bola kini berada di persimpangan jalan setelah UEFA secara tegas menyatakan akan memboikot seluruh kompetisi di bawah naungan FIFA. Langkah drastis ini diambil sebagai protes keras atas rencana organisasi tersebut untuk menjual 20 persen saham operasional komersialnya kepada pihak swasta.

Pokok Peristiwa

Rencana kontroversial yang digulirkan Presiden FIFA, Gianni Infantino, ini menyasar pendirian entitas bisnis baru bernilai 20 miliar dolar AS. Infantino berencana menggandeng Thrive Capital, firma investasi milik Josh Kushner, sebagai investor utama. Proyek ini memicu gelombang penolakan, terutama karena dianggap mengorbankan integritas olahraga demi keuntungan pemegang saham.

Dalam pernyataan resminya, UEFA menegaskan bahwa Piala Dunia bukanlah produk investasi yang bisa diperjualbelikan.

Mereka menilai keterlibatan investor swasta akan mengubah orientasi sepak bola selamanya, di mana keputusan format turnamen dan kalender internasional nantinya akan lebih mengutamakan imbal hasil finansial daripada semangat olahraga.

Konteks

Sebanyak 55 asosiasi anggota UEFA telah sepakat untuk tidak berpartisipasi dalam kompetisi FIFA selama proposal tersebut belum dicabut sepenuhnya dan FIFA memberikan jaminan tertulis bahwa mereka tidak akan lagi melibatkan kepemilikan swasta di masa depan.

Tekanan semakin meningkat setelah CONCACAF, konfederasi sepak bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia, turut menolak rencana tersebut. Meski belum secara eksplisit menyatakan boikot seperti UEFA, seluruh 41 anggota CONCACAF menyuarakan kekhawatiran mendalam mengenai singkatnya tenggat waktu pengambilan keputusan yang dipaksakan oleh FIFA, yakni pada 19 September mendatang.

Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sheikh Salman bin Ebrahim Al-Khalifa, bahkan menyebut langkah FIFA ini sangat tidak bisa diterima. Menurutnya, proses yang terkesan rahasia dan terburu-buru ini telah merusak fondasi sepak bola kontinental.

Dampak dan Langkah Berikutnya

FIFA sendiri telah menetapkan ultimatum bahwa asosiasi anggota yang tidak menyetujui kesepakatan tersebut hingga tenggat waktu September tidak akan mendapatkan akses dana sebesar 20 juta dolar AS.

Bagi industri sepak bola Indonesia dan global, ketegangan ini menciptakan ketidakpastian besar bagi masa depan turnamen internasional, termasuk Piala Dunia Wanita U-20 yang dijadwalkan bergulir di Polandia mulai 5 September.

Jika FIFA tetap memaksakan kehendaknya tanpa mencari jalan tengah, ajang bergengsi tersebut terancam kehilangan kontestan-kontestan besar dari Eropa, yang secara tidak langsung merusak daya tarik dan nilai prestise turnamen bagi para penggemar serta sponsor.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda