Sabtu, 1 Agustus 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Dramatis! TNI Evakuasi Korban Penembakan OPM dari Jurang Sedalam 50 Meter

Evakuasi korban penembakan OPM di jurang 50 meter
Personel TNI mengevakuasi jenazah Teina Alya dari longsoran Kali Kolof di Yahukimo. (Ilustrasi: AI)

YAHUKIMO — evakuasi korban penembakan OPM di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, berlangsung dalam kondisi sulit setelah TNI mengangkat jenazah Teina Alya dari dasar longsor di wilayah Kali Kolof. Proses itu dilakukan pada Jumat (31/7) dan baru dijelaskan Koops TNI Habema pada Sabtu (1/8/2026).

Evakuasi ini menyita perhatian karena lokasi jenazah berada di jurang sedalam 50 meter, sekitar 100 meter dari titik penembakan. Personel TNI tidak bisa sekadar turun biasa. Mereka harus menyesuaikan langkah di medan terjal yang rawan, sambil tetap menjaga aspek keamanan di lapangan.

Jenazah ditemukan di longsoran Kali Kolof

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, menyebut Teina Alya adalah warga sipil asal Unaukam. Ia menjelaskan bahwa korban merupakan salah satu dari tiga korban penembakan oleh kelompok OPM Kodap XVI/Yahukimo.

“Korban atas nama Teina Alya, asal Unaukam merupakan warga sipil yang menjadi salah satu dari tiga korban penembakan oleh kelompok OPM Kodap XVI/Yahukimo,” kata Wirya dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Wirya, jenazah ditemukan dan dievakuasi di wilayah Kali Kolof, Distrik Seradala, Yahukimo, pada Jumat (31/7). Pengamatan dari drone menunjukkan posisi jenazah berada di longsoran dengan kedalaman 50 meter. Dari titik penembakan, jaraknya sekitar 100 meter.

Detail itu menjelaskan kenapa proses pengangkatan jenazah tidak berjalan cepat. Medan curam membuat personel harus berhati-hati sejak awal. Sedikit salah langkah bisa berisiko untuk tim di bawah maupun di tebing sekitar lokasi.

Teknik vertical rescue jadi pilihan

Wirya menyebut medan yang dihadapi bukan medan yang mudah. Lokasi jenazah berada di dasar longsoran dengan tebing curam, sehingga tim hanya bisa menjangkaunya dengan teknik vertical rescue atau rappelling.

“Medan yang dihadapi bukanlah medan yang mudah. Lokasi jenazah berada di dasar longsoran dengan tebing yang curam, sehingga hanya dapat dijangkau menggunakan teknik vertical rescue atau rappelling,” ungkapnya.

Proses seperti ini menunjukkan betapa sulitnya operasi di wilayah pegunungan Papua ketika keamanan dan kondisi alam sama-sama jadi hambatan. Bagi aparat di lapangan, kecepatan evakuasi tetap penting, tetapi keselamatan personel dan penanganan jenazah harus berjalan beriringan. Di titik inilah koordinasi, alat, dan pembacaan medan jadi penentu.

Kondisi yang disebut berasal dari hasil pengamatan drone juga memperlihatkan bagaimana teknologi membantu membuka akses visual di medan yang sulit dijangkau. Dari udara, posisi jenazah bisa dipetakan lebih jelas sebelum tim turun ke lokasi. Tanpa gambaran awal seperti itu, risiko di lapangan bisa jauh lebih besar.

Dampaknya bagi operasi keamanan di Yahukimo

Evakuasi Teina Alya bukan hanya soal pemindahan jenazah. Peristiwa ini juga menegaskan bahwa jalur-jalur di Yahukimo masih menghadirkan tantangan besar bagi aparat keamanan dan warga sipil. Jarak 100 meter dari lokasi penembakan dan kedalaman 50 meter di longsoran memberi gambaran betapa rumitnya medan operasi di wilayah itu.

Bagi masyarakat, informasi seperti ini penting karena memperlihatkan bahwa penanganan korban di daerah rawan tidak bisa dilakukan sembarangan. Setiap langkah butuh perhitungan, terutama ketika situasi di sekitar lokasi masih dinilai berisiko. Dalam operasi semacam ini, satu keputusan yang keliru bisa memperpanjang proses evakuasi dan menambah bahaya.

Koops TNI Habema belum membeberkan rincian tambahan soal proses lanjutan setelah jenazah berhasil diangkat. Namun satu hal sudah jelas: evakuasi dilakukan di bawah tekanan medan yang berat, dengan teknik rappelling, dari jurang sedalam 50 meter di Kali Kolof. Itu bukan proses singkat. Itu kerja lapangan yang sangat menuntut.

Dan sampai Sabtu (1/8/2026), keterangan resmi yang disampaikan masih menempatkan Teina Alya sebagai salah satu dari tiga korban penembakan OPM Kodap XVI/Yahukimo, dengan lokasi evakuasi berada di Distrik Seradala, Yahukimo.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda