JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia sukses ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 31 Juli 2026. IHSG naik 49,76 poin atau 0,80% ke level 6.236,13. Performa positif ini ditopang aksi beli investor, terutama pada sesi sore hari.
Sepanjang hari, pergerakan IHSG cukup fluktuatif. Indeks dibuka pada 6.219,62 dan sempat tergelincir ke titik terendah harian di 6.201,89. Namun, sentimen positif dari bursa regional dan masuknya aliran dana asing berhasil membalikkan keadaan.
IHSG Bergerak Fluktuatif, Ditutup Melonjak
IHSG menunjukkan ketahanan sepanjang sesi perdagangan. Setelah sempat terkoreksi di sesi pertama, momentum penguatan mulai terasa pasca istirahat siang. Investor mengambil peluang di saham-saham berkapitalisasi besar, mendorong indeks terus menanjak.
Pada puncaknya, IHSG mencetak level tertinggi harian di 6.236,62, sebelum sedikit mereda dan ditutup pada 6.236,13. Kenaikan ini melanjutkan tren positif, memberikan sinyal optimistis untuk perdagangan pekan berikutnya.
| Keterangan | Angka |
|---|---|
| Penutupan | 6.236,13 |
| Perubahan | +49,76 poin / +0,80% |
| Pembukaan | 6.219,62 |
| Tertinggi | 6.236,62 |
| Terendah | 6.201,89 |
| Penutupan Kemarin | 6.186,36 |
Performa IHSG Sejalan Bursa Asia
Penguatan IHSG selaras dengan mayoritas bursa utama di Asia yang juga bergerak positif. Ini mengindikasikan adanya sentimen global yang mendukung pasar saham kawasan.
| INDEKS | LEVEL | PERUBAHAN |
|---|---|---|
| IHSG Indonesia | 6.236,13 | ▲ 0,80% |
| LQ45 Indonesia | 621,24 | ▲ 0,39% |
| KOSPI Korea Selatan | 6.595,45 | ▲ 17,91% |
| Nikkei 225 Jepang | 64.362,02 | ▲ 4,03% |
KOSPI Korea Selatan menjadi bintang dengan lonjakan hampir 18%, sementara Nikkei 225 Jepang juga rebound kuat 4,03%. Solidnya kinerja bursa regional memberikan dorongan tambahan bagi pergerakan IHSG.
Faktor-faktor Pendorong Kenaikan
Ada beberapa faktor utama yang menopang penguatan IHSG hari ini. Pertama, sentimen positif dari pasar global, khususnya bursa Amerika Serikat dan Asia, yang secara kompak menguat. Kedua, adanya arus dana asing yang masuk ke sektor-sektor kunci seperti perbankan dan energi, menunjukkan kepercayaan investor luar terhadap prospek ekonomi domestik.
Selain itu, investor juga sedang menanti rilis data ekonomi penting, termasuk inflasi dan keputusan suku bunga BI Rate pada bulan depan. Ekspektasi terhadap data-data ini turut membentuk sentimen pasar.
Dengan ditutupnya IHSG di level 6.236,13, tren bullish jangka pendek terlihat masih akan berlanjut. Analis memproyeksikan level support selanjutnya berada di 6.200 dan level resisten di 6.250. Pergerakan ini bisa menjadi barometer menarik bagi investor untuk mencermati arah pasar di periode berikutnya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.