Sabtu, 1 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Perlucutan senjata Hamas Dipuji Trump, tapi Syaratnya Berat

Perlucutan senjata Hamas dibahas dalam kesepakatan Gaza
Trump mengklaim Hamas setuju melucuti senjata dalam kesepakatan Gaza, tapi pelaksanaannya masih diperdebatkan. (Ilustrasi: AI)

Tapi ada syarat besar yang menyertai. Hamas mengaitkannya dengan penghentian serangan Israel, penarikan pasukan dari enklaf, dan pembentukan negara Palestina merdeka. Bagi pemerintah Israel, dua poin terakhir itu masih jauh dari kata dapat diterima.

Di titik ini, yang dipertaruhkan bukan cuma senjata. Masa depan pemerintahan Gaza, posisi keamanan Israel, dan bentuk otoritas Palestina ke depan ikut bergantung pada apakah tahap awal kesepakatan benar-benar berjalan. Bila satu bagian macet, seluruh skema bisa ikut berhenti.

Kekhawatiran Israel belum reda

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu belum memberi komentar pada Jumat sore, tetapi sejumlah pejabat Israel sudah lebih dulu menyuarakan keraguan. Seorang pejabat senior Israel yang dikutip Times of Israel menegaskan tidak akan ada penarikan IDF dari current Yellow Line tanpa perlucutan senjata Hamas yang sungguh-sungguh.

Garis itu merujuk pada batas tempat pasukan Israel mundur berdasarkan kesepakatan gencatan senjata. Saat kesepakatan berlaku pada Oktober 2025, garis tersebut mencakup sekitar 53% Gaza. Namun, menurut pejabat Israel yang dikutip sumber-sumber pembanding, garis itu telah bergeser ke barat dan Israel ingin menguasai 70% wilayah Gaza.

Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, mengatakan kepada CNN pada Jumat bahwa Israel perlu memverifikasi tindakan Hamas, “not what they are saying.” Ia juga menegaskan, “Disarmament means the weapons are out of Gaza,” sambil menyebut gagasan negara Palestina “not on the table.”

Penolakan paling keras datang dari Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir. Lewat Telegram, tokoh garis keras itu menyebut kesepakatan tersebut “unacceptable” dan menilai penghentian serangan Israel hanya akan memberi ruang bagi Hamas untuk membangun diri kembali.

“The assassinations in Gaza must continue, the encouragement of [Palestinian] emigration [from the enclave] must happen. Israel must win,” tulisnya.

Uji coba besar untuk Board of Peace

Kesepakatan ini juga jadi ujian awal bagi Board of Peace. Badan itu tidak hanya ditugaskan mengawal perlucutan senjata Hamas, tetapi juga mengatur penarikan pasukan Israel, pengerahan pasukan stabilisasi internasional, dan transisi ke pemerintahan sipil Palestina.

Halaman:123Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda