Sabtu, 1 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Belajar dari Cyberpunk 2077: Tantangan Optimasi The Witcher 4

Belajar dari Cyberpunk 2077
Belajar dari Cyberpunk 2077

JAKARTA — Antusiasme penggemar terhadap pengumuman The Witcher 4 melonjak tajam setelah CD Projekt Red (CDPR) merilis cuplikan sinematik perdana dalam ajang The Game Awards 2024. Proyek ambisius ini dipastikan akan membawa pemain dalam petualangan baru bersama Ciri, sebuah narasi yang telah dinantikan lebih dari satu dekade oleh para pencinta RPG fantasi.

Pokok Peristiwa

Meski tanggal rilis belum ditentukan, CDPR sempat memamerkan demonstrasi teknologi tahun lalu. Demo tersebut memberikan gambaran awal mengenai penggunaan Unreal Engine 5.6 yang akan menjadi tulang punggung permainan. Fitur canggih seperti Unreal Animation Framework dan Nanite Foliage rendering dijanjikan akan menghadirkan kualitas visual yang jauh lebih impresif dibandingkan seri sebelumnya.

Direktur gim Sebastian Kalemba dan produser eksekutif Gosia Mitręga mengonfirmasi bahwa The Witcher 4 akan menghadirkan wilayah baru yang belum pernah dijelajahi sebelumnya.

Secara skala, mereka menyebut ukuran peta dan jumlah misi akan memiliki luasan yang kurang lebih sama dengan The Witcher 3: Wild Hunt. Prioritas utama studio saat ini adalah memberikan pengalaman bermain yang super memikat dengan prinsip mengedepankan kualitas di atas kuantitas.

Konteks

Di balik kemegahan dunia fantasi yang disiapkan, muncul kekhawatiran nyata mengenai kondisi peluncuran gim tersebut. Industri gim telah berulang kali menyaksikan ambisi besar pengembang yang terhambat oleh masalah performa, bug, dan kegagalan sistem saat hari pertama rilis. CDPR sendiri memiliki sejarah kelam dalam aspek ini, yang kini menjadi pelajaran penting bagi pengembangan The Witcher 4.

The Witcher 3 memang dikenal sebagai gim yang luar biasa hari ini, namun saat peluncurannya pun sempat diwarnai dengan ketidakstabilan teknis. Masalah tersebut bahkan lebih parah pada Cyberpunk 2077. Saat dirilis pada November 2020, gim aksi-RPG futuristik itu mengalami bencana teknis yang sangat besar, terutama pada konsol generasi lama.

Mantan presiden dan CEO bersama CDPR, Adam Kiciński, pernah mengakui kesalahan manajemen saat itu. Pihak manajemen terlalu fokus pada target perilisan dan mengabaikan sinyal terkait kebutuhan waktu tambahan untuk optimasi gim di konsol dasar.

Dampak dan Langkah Berikutnya

Dampaknya sangat signifikan, bahkan Sony sempat menarik Cyberpunk 2077 dari PlayStation Store selama satu tahun dan memberikan pengembalian dana penuh kepada pembeli yang kecewa.

Meski kini Cyberpunk 2077 telah mengalami kebangkitan melalui berbagai pembaruan dan ekspansi Phantom Liberty yang diakui secara kritis, para penggemar berharap The Witcher 4 tidak perlu melalui proses perbaikan yang panjang dan melelahkan pascapeluncuran.

Penggunaan Unreal Engine 5 memang menawarkan alat khusus untuk stabilitas yang lebih baik, namun optimasi pada PC dan konsol tetap menjadi kunci utama di atas sekadar ambisi membangun dunia terbuka yang masif.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda