WASHINGTON — Pemerintahan Donald Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan kebijakan baru yang membebani lulusan asing di Amerika Serikat. Mereka berencana mengenakan biaya sebesar $100.000 bagi mahasiswa internasional yang ingin memanfaatkan visa Optional Practical Training (OPT) untuk bekerja setelah kelulusan.
Kebijakan ini menjadi upaya terbaru dalam rangkaian langkah membatasi jalur imigrasi legal. Seperti dilaporkan oleh The Wall Street Journal, Presiden Trump dan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) saat ini masih mendiskusikan implementasi biaya tinggi tersebut untuk program yang menjadi perpanjangan dari visa F-1 bagi pelajar tersebut.
Visa OPT selama ini memungkinkan lulusan luar negeri untuk bekerja di Amerika Serikat selama satu hingga tiga tahun, dengan catatan pekerjaan tersebut harus berhubungan langsung dengan bidang studi mereka.
Pada tahun 2024, data menunjukkan sekitar 418.000 mahasiswa telah diizinkan bekerja di Amerika Serikat melalui program visa ini, atau mencakup sekitar 26 persen dari total 1,58 juta pelajar asing pemegang visa F-1 atau M-1.
Potensi Dampak Industri dan Pendidikan
Meskipun belum ada pengumuman resmi, kebijakan ini dinilai akan membawa dampak signifikan bagi sektor pendidikan tinggi dan teknologi. Banyak universitas di Amerika Serikat sangat bergantung pada biaya kuliah dan partisipasi mahasiswa asing. Jika biaya OPT menjadi sangat mahal, jumlah minat mahasiswa asing untuk menempuh pendidikan dan berkarier di sana berisiko menurun drastis.
Di sisi lain, industri teknologi yang menjadi penyerap utama lulusan asing melalui visa OPT juga bisa terdampak. Pakar memperingatkan bahwa membatasi akses talenta global dapat menghambat inovasi yang selama ini didorong oleh tenaga ahli dari berbagai negara.
Juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri menyatakan bahwa departemen tersebut selalu melakukan diskusi untuk menjaga integritas sistem imigrasi legal. Mereka menegaskan fokus reformasi saat ini adalah untuk melayani warga negara, pekerja, dan keluarga Amerika, sembari mengklaim perlunya proteksi dari pihak luar yang dianggap dapat mengancam lapangan kerja serta kekayaan intelektual.
Tantangan Hukum dan Preseden
Langkah ini mencerminkan taktik serupa yang pernah diterapkan pemerintahan Trump sebelumnya pada visa H-1B untuk pekerja terampil, yakni pengenaan biaya $100.000. Namun, rencana tersebut digagalkan oleh hakim federal bulan lalu dengan alasan bahwa biaya tersebut dianggap sebagai bentuk pajak yang hanya bisa diotorisasi oleh Kongres.
Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai kapan kebijakan tersebut akan diumumkan secara resmi. Seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan kepada The Independent bahwa belum ada jadwal pengumuman kebijakan dalam waktu dekat.
Administrasi saat ini tampaknya sedang mencari celah regulasi untuk menerapkan biaya eksorbitan tersebut guna membatasi jumlah tenaga kerja asing di wilayah Amerika Serikat, sebuah tujuan yang telah ditegaskan sejak awal masa kepemimpinan Trump.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.