Bree punya pola lain. Ia menghabiskan penghasilannya untuk paket data ponsel dan makanan, sesekali membeli musik atau hadiah. Ia menabung untuk membeli mobil. “I only spend what I know I can afford based on my shifts,” ujarnya. Orang tuanya mengajarinya membuat anggaran dari catatan keuangan keluarga. “They really wanted us to learn from their mistakes.”
Ibunya bahkan bisa melihat rekeningnya, tetapi tidak mengendalikannya. Bree berharap bisa membeli rumah suatu hari, walau ia sadar pasar saat ini membuat target itu terasa berat. Evelynn, yang mendapat uang dari busking, juga punya pola serupa. Ia memakai sebagian besar penghasilannya untuk bersosialisasi dengan teman. Uang ada. Tapi pengelolaannya masih terasa rumit.
“I feel like managing money is really stressful. I don’t think most kids are very well educated on money,” kata Evelynn. Ia sempat mencari saran daring seperti, “How do I save money faster?”, namun merasa tak pernah mendapat jawaban yang benar-benar membantu.
Kenapa uang Gen Z makin sulit diatur
Di sinilah letak perubahan besar. Alyssia Kennedy, 29, yang menjalankan program Life After School, rutin datang ke sekolah-sekolah di Tasmania untuk mengajarkan keterampilan uang yang tak banyak didapat siswa di kelas maupun di rumah. Materinya mencakup pajak, hak kerja, dan anggaran belanja.
“So many schools are reaching out saying, ‘We need your help because we as teachers don’t know these things either.’” kata Kennedy. Menurutnya, jurang pengetahuan ini bersifat antargenerasi. Orang yang kini berusia 50-an dan 60-an masih sempat mendapat pelajaran finansial dari orang tua atau sekolah. Kurikulum sekarang sudah banyak berubah.
Ia melihat ada celah pada keluarga yang orang tuanya berusia 40-an ke bawah. “Some parents want to know how to have these conversations, while others don’t have the knowledge themselves.” Akibatnya, diskusi soal uang di rumah tidak selalu berjalan mulus. Ada yang mau bicara. Ada yang bingung harus mulai dari mana.
Kennedy juga menyoroti perubahan cara anak muda berbelanja. Menurutnya, barang yang dibeli Gen Z sebenarnya tidak berubah drastis. Yang berubah adalah kemudahan mengaksesnya. Pembayaran tap-and-go, layanan buy now, pay later, iklan online, dan aliran rekomendasi di media sosial membuat uang lebih mudah keluar tanpa terasa.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.