Sabtu, 1 Agustus 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Uang Gen Z: Menabung Lebih Rajin, Belanja Lewat Digital

Uang Gen Z di tengah cash, ponsel, dan catatan anggaran
Uang Gen Z makin dipengaruhi pembayaran digital, media sosial, dan kebiasaan menabung yang dibentuk dari rumah. (Ilustrasi: AI)

Soal ini penting bukan cuma untuk Australia. Di Indonesia, pola yang sama juga terasa akrab: pembayaran digital makin cepat, promosi muncul di mana-mana, dan saran finansial beredar dari akun-akun yang tak selalu punya pengawasan jelas. Uang Gen Z jadi soal literasi, bukan semata soal besar kecilnya penghasilan.

Siapa yang dipercaya Gen Z saat cari saran uang

Ketika pendidikan finansial tidak konsisten, banyak anak muda mencari jawaban dari platform digital. ASIC Moneysmart Gen Z Financial Behaviours Report 2026 mencatat 63 per cent Gen Z memakai media sosial untuk mencari panduan finansial. Sebanyak 52 per cent mempercayai finfluencer, dan 64 per cent percaya platform AI.

Hampir satu dari empat memiliki kripto, dan 29 per cent mengatakan mereka bertransaksi berdasarkan rekomendasi media sosial atau influencer. Namun, data itu tidak menggambarkan Gen Z sebagai generasi yang sembrono. Sebanyak 60 per cent juga memakai sumber profesional untuk saran finansial, sementara setengahnya bertumpu pada keluarga dan teman.

Artinya, anak muda tidak berhenti mencari informasi. Mereka hanya mencarinya di tempat yang berbeda. Masalahnya, platform digital sering berjalan dengan algoritma yang menyaring apa yang mereka lihat. Konten yang muncul belum tentu yang paling akurat. Yang paling ramai sering justru yang paling cepat terserap.

Di titik ini, cerita Liam memberi konteks yang lebih jelas. Setelah menyadari uangnya cepat habis, ia memilih menyimpan sebagian besar gajinya dalam bentuk tunai agar tidak mudah diakses lewat pengeluaran digital. Ia memasak makanan murah dan memperbaiki barang alih-alih menggantinya.

“I realised that if I put a majority of it away in cash, it built up really quickly,” katanya. Hampir $10,000 yang terkumpul kemudian ia pakai untuk membeli mobil, membayar liburan, dan membantu dirinya pindah dari rumah.

Langkah berikutnya, menurut para pendidik keuangan seperti Kennedy, ada di sekolah dan rumah: bagaimana membuat percakapan tentang uang jadi jauh lebih rutin sebelum kebiasaan digital keburu mengambil alih.

Halaman:123Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda