Kamis, 13 Agustus 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Bom Mobil di Kota Cukuta Sakiti 14 Orang Jelang Pelantikan Presiden Baru Kolombia

Bom Mobil di Kota Cukuta Sakiti 14 Orang Jelang Pelantikan Presiden Baru
Bom Mobil di Kota Cukuta Sakiti 14 Orang Jelang Pelantikan Presiden Baru

CUKUTA — Sebuah truk berisi bom meledak Sabtu pagi di dekat kantor polisi Kolombia, menjelang pelantikan presiden terpilih baru. Ledakan itu terjadi di Cukuta, kota perbatasan dengan Venezuela, dan menewaskan 14 orang, termasuk 11 anggota polisi dan tiga warga sipil.

Pemerintah Bogotá menyalahkan kelompok pemberontak Tentara Pembebasan Nasional (ELN), gerakan pemberontak terbesar yang masih aktif di Kolombia, atas serangan subuh tersebut. Menteri Pertahanan Pedro Sanchez menawarkan hadiah senilai US$64.000 untuk informasi yang membantu mengungkap pelaku.

Dua anggota polisi yang terluka dilaporkan “sedang berjuang untuk bertahan hidup”, kata William Villamizar, gubernur departemen Norte de Santander. Pelapor Agence France-Presse menyaksikan kendaraan dalam api dan fasad gedung yang rusak parah di lokasi kejadian.

Peristiwa ini terjadi enam hari sebelum Abelardo de la Espriella, seorang pengusaha dan pengacara sayap kanan, akan dilantik sebagai presiden pada 7 Agustus. De la Espriella menggantikan Gustavo Petro, presiden sayap kiri pertama dalam sejarah Kolombia.

Kecaman dari Presiden Terpilih

De la Espriella langsung mengecam serangan tersebut sebagai “tindakan kekerasan yang mengerikan”. Melalui media sosial, dia menyatakan “terorisme tidak akan menakut-nakuti Kolombia atau mengalahkan tekad rakyat Kolombia untuk hidup dalam kedamaian dan keamanan.”

Serangan ini mencerminkan ketegangan keamanan yang melanda Kolombia menjelang transisi kekuasaan. De la Espriella, yang mendapat dukungan Presiden Donald Trump, telah berjanji untuk mengeraskan pertarungan melawan gerombolan pemberontak dan organisasi pengedar narkoba yang memicu gelombang kekerasan terburuk Kolombia dalam dekade terakhir.

Konteks Konflik Jangka Panjang

Serangan ini merupakan manifestasi dari konflik bersenjata internal Kolombia yang telah berlangsung lebih dari enam puluh tahun. Kelompok pemberontak sayap kiri, paramiter sayap kanan, pasukan pemerintah, dan kelompok kriminal terus bersaing memperebutkan kekuasaan.

Selain ELN, faksi pemberontak dari Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) dan kelompok kriminal Klan del Golfo juga aktif di wilayah tersebut.

Kolombia mempertahankan status sebagai produsen kokain terbesar dunia, menjadikan pertarungan melawan organisasi pengedar narkoba fokus utama agenda keamanan de la Espriella. Rencana barunya mencakup pembentukan aliansi militer dengan Amerika Serikat dan Israel untuk memperkuat kapasitas pemberantasan.

Respons Keamanan dan Penyelidikan

Tak ada kelompok yang segera mengklaim tanggung jawab atas serangan Sabtu itu. George Quintero, sekretaris keamanan departemen Norte de Santander, mengonfirmasi jumlah korban luka kepada pers: delapan anggota polisi dan tiga warga sipil. Pemerintah Kolombia menawarkan ganti rugi untuk informasi yang mengarah pada penangkapan pelaku.

Petro, presiden yang akan meninggalkan jabatan, sedang berkunjung ke Kuba pada saat serangan terjadi untuk bertemu dengan Presiden Miguel Díaz-Canel dan membahas kebijakan embargo Amerika Serikat. Hingga saat penulisan, Petro belum memberikan komentar atas serangan Cukuta.

De la Espriella akan dilantik di kota Cali pada 7 Agustus, menandai momen bersejarah bagi Kolombia seiring beralihnya kekuasaan dari pemimpin sayap kiri ke sayap kanan setelah dua dekade tekanan keamanan ekstrem.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 13 Agustus 2026: Cara Cek NIK KTP Online