BOGOTA — Pemilu Kolombia akan menguji arah baru penanganan konflik bersenjata di negara itu, dengan putaran kedua yang digelar Minggu, 15 Juni, berpotensi membalik kebijakan keamanan yang sudah berjalan sejak perdamaian Farc 2016. Fokus utamanya jelas: pemilu Kolombia ini bisa menentukan apakah Bogotá tetap menempuh negosiasi atau kembali ke pendekatan tangan besi.
Jika kandidat unggulan Abelardo de la Espriella menang, rencana “total peace” yang diusung Presiden Gustavo Petro berisiko dihentikan. Dampaknya besar. Bukan cuma untuk kebijakan keamanan, tapi juga bagi jutaan warga yang hidup di wilayah rawan kekerasan dan kelompok bersenjata.
Pertarungan Pemilu Kolombia antara negosiasi dan serangan militer
De la Espriella, pengacara dan pebisnis kaya yang vokal mendukung Donald Trump, berjanji kembali ke konfrontasi militer skala penuh terhadap kelompok bersenjata. Ia menolak pendekatan Petro yang ingin merundingkan pelucutan senjata seluruh organisasi kriminal.
Lawan utamanya adalah Iván Cepeda, senator kiri yang menjadi penerus pilihan Petro dan salah satu arsitek utama kebijakan “total peace”. Cepeda ingin melanjutkan program itu, meski dengan “perubahan yang diperlukan”.
Menurut jajak pendapat, Cepeda sempat memimpin hampir sepanjang kampanye. Tapi ia kalah di putaran pertama tiga pekan lalu dan sejak itu kesulitan menarik pemilih moderat. Panggung kini bergeser ke De la Espriella, yang berhasil memposisikan diri sebagai figur anti-kemapanan.
Lebih dari 41 juta warga Kolombia terdaftar sebagai pemilih. Angka itu menunjukkan betapa besar taruhannya. Hasilnya diperkirakan ikut menguatkan gelombang kandidat sayap kanan di Amerika Latin, setelah Keiko Fujimori memimpin penghitungan suara di Peru dan José Antonio Kast menang di Chile tahun lalu.
Gelombang kanan dan rasa lelah publik
Sandra Borda Guzmán, dosen madya ilmu politik di Universitas Los Andes, Bogotá, mengatakan De la Espriella memanfaatkan dua tren yang kuat dalam pemilu dunia: tampil sebagai “outsider” anti-politik dan menawarkan solusi cepat atas kekerasan.
“Kombinasi antara tren internasional yang menguntungkan kandidat anti-politik dan situasi keamanan domestik Kolombia telah sangat membantunya,” kata Guzmán.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.