BOGOTA — Nasib perdamaian di Kolombia kini berada di ujung tanduk setelah jutaan warga mendatangi tempat pemungutan suara untuk memilih pemimpin baru mereka. Pemilu Kolombia kali ini menjadi penentu apakah negara di Amerika Latin ini akan kembali ke jalur konfrontasi militer penuh atau melanjutkan jalur diplomasi damai yang selama ini dirintis dengan kelompok gerilya.
Hasil pemilu ini dipastikan berdampak langsung pada stabilitas keamanan domestik dan peta politik regional Amerika Latin. Jika kubu sayap kanan menang, rencana perdamaian menyeluruh dengan kelompok kartel dan gerilyawan dipastikan bakal kandas, memicu kekhawatiran akan kembalinya perang saudara yang telah merenggut ratusan ribu nyawa.
## Dominasi Abelardo de la Espriella di Putaran Kedua
Berdasarkan jajak pendapat terbaru, pengacara miliarder berhaluan sayap kanan yang mengagumi Donald Trump, Abelardo de la Espriella, kini memimpin perolehan suara. De la Espriella secara terbuka berjanji untuk membuang rencana “perdamaian total” (total peace) yang diusung presiden petahana Gustavo Petro. Rencana perdamaian tersebut sebelumnya fokus pada negosiasi pelucutan senjata organisasi kriminal. Sebaliknya, De la Espriella memilih jalan perang.
“Tujuan utama saya adalah menangkap atau membunuh sepuluh gembong narkoteroris dan pemimpin kejahatan terorganisasi dalam tiga bulan pertama menjabat,” tegas De la Espriella dalam wawancara yang dilansir dari Radio Caracol.
Lawan politiknya adalah senator sayap kiri Ivan Cepeda yang merupakan anak didik dan penerus pilihan Petro. Cepeda, arsitek utama di balik program “perdamaian total”, kini berjuang keras menarik pemilih moderat setelah menderita kekalahan mengejutkan pada putaran pertama tiga minggu lalu. Kekalahan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemilih mulai jenuh dengan pendekatan negosiasi yang dianggap terlalu lunak terhadap kelompok kriminal bersenjata.
## Gelombang Kanan Baru di Amerika Latin
Pemilu Kolombia yang diikuti oleh lebih dari 41 juta pemilih ini mencerminkan tren politik yang lebih luas di kawasan. Kemenangan tokoh sayap kanan dengan pendekatan tangan besi sebelumnya telah terjadi di beberapa negara tetangga. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran sentimen publik yang signifikan di seluruh Amerika Latin, di mana isu keamanan kini mengalahkan isu kesejahteraan sosial.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.