Senin, 3 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

ITB dan Shanghai Microport MedBot kembangkan teknologi robotika medis – ANTARA News

Penandatanganan nota kesepahaman antara ITB dan Shanghai Microport MedBot
Penandatanganan nota kesepahaman kerja sama litbang robotika medis ITB dan Shanghai Microport MedBot di Bandung. (Ilustrasi: AI)

BANDUNG — Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi medis asal China, Shanghai Microport MedBot (Group) Co., Ltd. Kolaborasi ini difokuskan pada penelitian dan pengembangan (litbang) di sektor robotika medis yang diharapkan dapat mempercepat transformasi layanan kesehatan di Indonesia.

Nota kesepahaman atau MoU antara kedua pihak ditandatangani di kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (29/7). Langkah ini menjadi tonggak penting bagi ITB dalam memperkuat ekosistem riset kesehatan nasional yang kini tengah menjadi prioritas pemerintah.

Akselerasi Riset Robotika Medis

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Lavi Rizki Zuhal, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan perwujudan komitmen kampus dalam memajukan ilmu dan teknologi kesehatan. Fokus pengembangan tidak hanya terbatas pada robotika medis, tetapi juga mencakup pembentukan pusat riset khusus untuk mendukung inovasi di bidang kesehatan.

“Kolaborasi ini sejalan dengan rencana ITB untuk memperkuat pengembangan bidang ilmu dan teknologi kesehatan, termasuk robotika medis. ITB siap mendukung pengembangan riset dan inovasi yang dibutuhkan Indonesia di bidang teknologi medis,” ujar Lavi dalam keterangan resminya.

Kehadiran Shanghai Microport MedBot membawa angin segar bagi pengembangan teknologi bedah robotik di dalam negeri. Perusahaan tersebut telah memiliki rekam jejak luas dengan jaringan bisnis di puluhan negara.

Mereka kini tengah gencar mengembangkan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI) untuk kebutuhan medis, sistem bedah jarak jauh (telesurgery), hingga integrasi teknologi komunikasi satelit.

Potensi Pasar Indonesia

Direktur Shanghai Microport MedBot, Chao He, melihat Indonesia sebagai lahan subur untuk implementasi teknologi kesehatan tingkat lanjut. Ia menyoroti rekam jejak riset serta kapabilitas rekayasa yang dimiliki ITB sebagai katalis utama keberhasilan proyek ini di masa depan.

“Dengan kekuatan riset dan rekayasa yang dimiliki ITB, kami optimistis kolaborasi ini akan menghasilkan berbagai inovasi di bidang robotika medis,” tutur Chao He. Bagi Indonesia, kerja sama ini bukan sekadar urusan riset akademik, melainkan upaya konkret untuk mengejar ketertinggalan teknologi bedah modern yang selama ini masih bergantung pada impor.

Dampak nyata bagi dunia kesehatan tanah air adalah potensi adopsi teknologi bedah presisi tinggi yang dapat diakses lebih luas. Jika riset ini membuahkan hasil, transformasi layanan bedah di rumah sakit-rumah sakit Indonesia ke depan akan jauh lebih efisien, terutama untuk prosedur kompleks yang membutuhkan tingkat akurasi tinggi melalui bantuan robotik.

Langkah selanjutnya setelah penandatanganan ini adalah penyusunan program riset bersama yang melibatkan para ahli dari ITB dan tenaga teknis dari Microport MedBot. Kemitraan ini menjadi jembatan alih teknologi penting yang menghubungkan keahlian global dengan kebutuhan mendesak industri kesehatan lokal.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda