JAKARTA — Anggota Komisi X DPR RI Melly Goeslaw yakin budaya tak perlu menjadi nostalgia semata. Wayang golek bisa tetap relevan jika generasi muda diberi ruang untuk mengenalnya, mencintainya, lalu mengembangkannya dengan cara mereka sendiri.
“Kita sering berpikir bahwa tradisi dan anak muda berada di dua dunia yang berbeda. Padahal saya percaya, tradisi justru akan tetap hidup ketika anak muda diberi ruang untuk mengenalnya, mencintainya, lalu mengembangkannya dengan cara mereka sendiri,” ujar Melly Goeslaw dalam acara Semarak Budaya bertajuk ‘Wayang Golek: Tradisi yang Tetap Keren di Tahan Anak Muda’, Rabu 29 Juli 2026.
Melly menekankan bahwa budaya—bukan hanya wayang golek—butuh dihidupkan sebagai sumber ilham bagi hari esok, bukan sekadar kenangan masa lampau. Wayang golek sendiri merupakan mahakarya budaya Sunda yang kaya nilai seni, memuat pesan moral, mengandung filosofi hidup, dan meneguhkan identitas bangsa.
Dalam pandangan anggota DPR ini, menjaga budaya tidak cukup lewat pementasan atau seremoni belaka. Yang lebih mendesak adalah menciptakan ekosistem yang merangkul sekolah, keluarga, komunitas, seniman, pemerintah, hingga industri kreatif. Budaya perlu menyatu dengan rutinitas harian kaum muda, bukan tertinggal di meja museum.
Generasi Muda Perlu Ruang Berinovasi
Melly mendorong anak muda berani berinovasi mengolah budaya dengan cara segar. Mereka bisa memanfaatkan teknologi digital, media sosial, seni panggung, musik, animasi, dan aneka konten kreatif yang akrab dengan keseharian mereka—asalkan tetap menjaga nilai serta jati diri budaya.
“Anak muda tidak harus memilih antara modern dan tradisional. Keduanya bisa berjalan berdampingan. Ketika kreativitas bertemu dengan akar budaya, di situlah lahir karya-karya yang tidak hanya keren, tetapi juga memiliki identitas yang kuat. Dunia boleh berubah, teknologi boleh berkembang, tetapi akar budaya jangan pernah kita lepaskan,” katanya.
Pendekatan ini sejalan dengan realitas saat ini. Banyak anak muda Indonesia yang justru menemukan cara baru untuk menampilkan wayang golek—dari konten media sosial hingga kolaborasi dengan musisi kontemporer. Mereka membuktikan bahwa tradisi tidak perlu dikorbankan untuk menjadi relevan.
Jawa Barat, Kebanggaan Sunda di Panggung Internasional
Melly menambahkan bahwa Jawa Barat menyimpan kekayaan budaya luar biasa. Wayang golek menjadi salah satu lambang kebanggaan masyarakat Sunda yang pamornya telah menembus kancah internasional. Maka itu, upaya menjaga tradisi ini perlu digerakkan bersama.
Bukan semata tugas para dalang atau seniman. Melainkan kewajiban segenap elemen bangsa—mulai dari keluarga, pendidik, pembuat kebijakan, hingga industri kreatif. Tanpa dukungan kolektif, warisan budaya akan semakin sulit bertahan di tengat derasnya arus globalisasi dan digitalisasi.
Inisiatif acara Semarak Budaya ini sendiri menjadi wujud nyata komitmen tersebut. Dengan menghadirkan diskusi terbuka dan ruang kolaborasi, generasi muda didorong untuk melihat wayang golek bukan sebagai benda museum yang dipandang dari kejauhan, melainkan warisan hidup yang bisa terus relevan mengikuti perkembangan zaman.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.