TIMIKA — Anggota Komisi XIII DPR RI Yan Permenas Mandenas hadir di SMA Negeri 1 Mimika, Sabtu, memberikan arahan langsung kepada ratusan siswa tentang pentingnya pendidikan sebagai modal utama pembangunan daerah.
Dalam acara sosialisasi gerakan kebajikan Pancasila yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Mandenas menekankan bahwa siswa SMA saat ini adalah ujung tombak kemajuan Papua. Mereka dituntut belajar dengan sungguh-sungguh agar mampu bersaing dengan pelajar daerah lain ketika melanjutkan ke pendidikan tinggi.
“Saya memberikan motivasi kepada adik-adik siswa SMA Negeri 1 Mimika supaya mereka terus mempunyai jiwa pejuang bukan saja di bangku studi tetapi ketika mereka terjun ke bangku pendidikan yang lebih tinggi dan terjun ke dunia kerja,” ujar Mandenas usai memberikan arahan.
Bahasa Inggris Jadi Tantangan Utama
Mandenas mengidentifikasi penguasaan bahasa Inggris sebagai hambatan serius bagi generasi muda Papua. Keterampilan berbahasa asing, katanya, krusial untuk meraih beasiswa ke luar negeri maupun mencari pekerjaan di kancah internasional. Sebagai anggota DPR dari Papua, dia telah berupaya mendorong kerjasama beasiswa antara Pemerintah Papua dengan lembaga internasional.
“Namun tantangannya adalah penguasaan bahasa Inggris masih sangat terbatas. Kalau bisa siswa dari SMA kelas X dan XI sudah dipersiapkan di kelas bahasa sehingga ketika mereka selesai mereka sudah memiliki kemampuan penguasaan bahasa asing,” paparnya.
Target minimalnya, setiap tahun ada peserta beasiswa dari Papua yang dikirim belajar ke luar negeri. Namun strategi ini hanya efektif jika fondasi bahasa asing sudah kuat sejak di bangku SMA.
Pulang dengan Membawa Solusi
Mandenas mengajak siswa-siswi untuk berani keluar dari daerah guna melanjutkan pendidikan. Namun ada satu syarat penting: ketika kembali, mereka harus menjadi pembawa solusi, bukan masalah.
“Tunjukkan bahwa saya keluar untuk belajar dan kembali ke daerah saya bukan menjadi pembawa masalah tetapi harus menjadi pembawa solusi atas dinamika dan kompleksitas pembangunan dan masalah kesejahteraan yang dialami oleh masyarakat di daerah,” tegasnya.
Pesan ini penting mengingat Papua membutuhkan talenta muda yang tidak hanya terdidik tetapi juga berkomitmen pada pembangunan daerahnya. Pendidikan tinggi di luar Papua atau bahkan luar negeri dilihat sebagai investasi untuk membangun sumber daya manusia yang kompetitif.
Ratusan Siswa Hadir dan Berdialog
Acara di aula SMA Negeri 1 Mimika itu dihadiri ratusan siswa-siswi dan para guru. Mereka aktif menyampaikan aspirasi terkait pendidikan langsung kepada Mandenas. Kehadiran anggota DPR dari Komisi XIII memberi kesempatan langka bagi siswa untuk menyuarakan tantangan dan harapan mereka.
Kota Timika, sebagai pusat ekonomi Papua Tengah, memiliki potensi besar untuk menghasilkan generasi berpendidikan. Pesan Mandenas tentang pentingnya riset pasar kerja global dan persiapan bahasa asing sejak dini menjadi refleksi dari kebutuhan nyata industri modern.
Sosialisasi ini bagian dari gerakan Pancasila yang melibatkan DPR RI dan BPIP. Mandenas berharap, melalui pendekatan langsung ke sekolah, siswa dapat termotivasi untuk tidak hanya mengejar nilai akademis tetapi juga mengembangkan karakter dan visi nasional yang lebih luas.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.