Senin, 3 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

MacBook Neo Kian Geser Windows dan Chromebook di Sekolah

MacBook Neo mulai menggusur Windows dan Chromebook di sekolah
MacBook Neo disebut mulai menarik sekolah-sekolah dari Windows dan Chromebook ke ekosistem Apple. (Ilustrasi: AI)

Yang lebih relevan, menurut Chambers, posisi harga MacBook Neo masih cukup dekat untuk bersaing langsung dengan Chromebook dan laptop Windows murah. Itu yang membuat distrik-distrik sekolah berani berpindah dari satu ekosistem ke ekosistem lain, bukan sekadar menambah perangkat Apple di samping armada lama.

Di titik ini, MacBook Neo diposisikan seperti penerus spiritual MacBook Air untuk pendidikan. Bukan mesin Pro. Bukan pula laptop yang dikejar untuk spesifikasi tinggi. Yang dicari sekolah adalah perangkat yang bisa dibeli ribuan unit, mudah dikelola tim IT, dan tetap aman dipakai sampai siswa lulus.

Soal utama bukan tenaga, tapi umur pakai

Chambers juga membandingkan MacBook Neo dengan M1 Air yang menurut pengalamannya masih sangat layak dipakai di K-12 bahkan bertahun-tahun setelah rilis. Ia menyebut perangkat itu masih cukup cepat untuk beban kerja siswa yang sebagian besar berbasis browser, Google Docs, dan portal tes.

Ia bahkan mengatakan memiliki 40+ unit M1 Air yang dipakai sebagai loaner saat perangkat lain harus diperbaiki. Dari situ, ia melihat satu hal: laptop pendidikan tidak lagi harus diperlakukan sebagai barang murah yang cepat habis.

MacBook Neo, dalam pandangannya, memperkuat asumsi baru itu. Laptop sekolah bisa tetap andal, cukup cepat, dan tidak terasa disposable. Itu sebabnya daya tariknya tidak berhenti di ruang kelas.

Arahnya bisa meluas ke pekerja kantor

Apple @ Work menilai batas pertumbuhan MacBook Neo tidak berhenti di sekolah. Kalau Apple terus menambah performa sambil menjaga harga tetap bersaing, perangkat ini bisa menjadi rekomendasi default untuk jauh lebih banyak pekerja pengetahuan.

Chambers berpendapat banyak orang tidak membutuhkan MacBook Pro, bahkan tidak membutuhkan tenaga sebesar M5 Air. Mereka hanya perlu laptop yang cepat untuk kerja harian, gampang dikelola, dan cukup murah agar bisa dibeli dalam jumlah besar oleh perusahaan atau sekolah.

Ia juga menyinggung bahwa MacBook Neo akan segera mencapai level performa yang setara dengan generasi awal Apple Silicon. Menurutnya, itu sudah cukup untuk kebutuhan kebanyakan orang, kecuali mereka menjalankan beban kerja AI lokal.

Chambers masih penasaran apakah laju adopsi ini akan bertahan dalam beberapa kuartal ke depan. Untuk saat ini, ia mengakui belum membeli Neo untuk belanja besar tahun ini. Tahun depan, perangkat itu disebutnya kemungkinan besar akan masuk daftar beli.

Dengan kata lain, pertarungannya belum selesai. Tapi untuk sekolah-sekolah yang sedang menghitung ulang biaya, umur pakai, dan kemudahan pengelolaan perangkat, MacBook Neo sudah lebih dari sekadar nama baru di daftar belanja.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda