Minggu, 2 Agustus 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Pria di Banjarbaru Ngaku Jadi Polisi, Tipu Kekasihnya Jutaan Rupiah

Pria di Banjarbaru Ngaku Jadi Polisi, Tipu Kekasihnya Jutaan Rupiah
Pria di Banjarbaru Ngaku Jadi Polisi, Tipu Kekasihnya Jutaan Rupiah

Normarina tak pernah menyangka hubungan asmara yang ia bangun selama enam bulan justru menjadi pintu pembuka bagi petaka finansial. Pria yang ia kasihi, SA (26), ternyata tega memanfaatkan kepercayaannya dengan berpura-pura menjadi anggota polisi hanya demi menguras jutaan rupiah.

Kisah tipu muslihat ini berakhir di balik jeruji besi. Tim gabungan Satreskrim Polres Banjarbaru menjemput SA di rumah orang tuanya di Kelurahan Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, pada Rabu, 29 Juli lalu. Penangkapan itu dilakukan setelah Normarina (33) memberanikan diri melapor ke kantor polisi karena merasa sudah diperas habis-habisan.

Janji Manis Seragam Polisi

Semuanya bermula pada 26 Mei 2026. Saat itu, SA menawarkan lowongan pekerjaan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Banjarbaru kepada sang kekasih. Pria itu begitu meyakinkan, memainkan peran sebagai aparat yang punya akses luas di internal kepolisian.

Normarina, yang saat itu menaruh harap besar pada tawaran tersebut, langsung setuju. Apalagi, SA berjanji akan mengurus segala keperluan administrasi agar ia bisa segera bekerja.

Uang mulai mengalir dari kantong Normarina ke tangan SA. Modusnya klasik: dalih biaya operasional. Pelaku meminta uang untuk berbagai keperluan yang terdengar masuk akal bagi orang awam.

Catatan kepolisian menunjukkan, Normarina sempat menyetor Rp1,53 juta untuk seragam, Rp950 ribu untuk biaya medical check up, dan Rp300 ribu untuk vaksin booster. Belum cukup sampai di situ, SA bahkan nekat meminta Rp1,5 juta dengan alasan sebagai “jaminan kepada Kapolres”.

Total uang yang sudah masuk ke tangan SA tak sedikit. Setelah uang berpindah tangan, pelaku mulai bersandiwara. Setiap kali ditagih kejelasan kapan mulai bekerja, SA selalu berdalih bahwa proses rekrutmen sedang dalam tahap pelaporan ke pimpinan.

Ia bahkan menjanjikan korban akan segera dipanggil menghadap Kapolres Banjarbaru. Janji itu tinggal janji. Panggilan yang ditunggu-tunggu tak pernah datang.

Jeratan Pinjaman Daring Fiktif

Kasi Humas Polres Banjarbaru Ipda Kardi Gunadi menjelaskan, pelaku tak puas hanya dengan uang dari biaya rekrutmen palsu. Ketika Normarina mulai mendesak soal kejelasan status pekerjaannya, SA malah memutar balik fakta. Ia melancarkan taktik baru yang lebih kejam.

SA menuduh KTP milik Normarina telah disalahgunakan oleh pihak lain untuk mengajukan pinjaman daring. Dengan nada mendesak, ia meminta tambahan uang sebesar Rp2,7 juta kepada kekasihnya itu. Uang tersebut, kata pelaku, dibutuhkan sebagai syarat untuk “membersihkan” riwayat pinjaman fiktif yang ia ciptakan sendiri.

Di sinilah kesadaran Normarina muncul. Ia mulai mencium bau busuk dari serangkaian permintaan uang yang tak berujung. Ketika ia menyatakan tidak sanggup lagi memberikan dana tambahan, SA justru menunjukkan sikap asli. Pelaku menolak mengembalikan uang yang sudah disetorkan sebelumnya.

Sadar telah tertipu oleh orang yang ia percayai, Normarina akhirnya memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan tindakan pria itu ke Polres Banjarbaru.

Saat ini, SA masih mendekam di sel tahanan. Penyidik Satreskrim Polres Banjarbaru sedang melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami apakah ada korban lain yang pernah terjebak dalam modus serupa.

Pihak kepolisian juga tengah mengumpulkan bukti-bukti pendukung lainnya untuk memastikan pelaku menerima hukuman setimpal atas perbuatannya.

Status SA sebagai pengangguran yang menyamar menjadi anggota Polri kini menjadi bukti konkret bahwa ketelitian dalam menjalin hubungan, terutama yang melibatkan urusan finansial, sangatlah krusial.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda