JAKARTA — Reflecting Pool di dekat Lincoln Memorial kembali jadi bahan serangan Donald Trump setelah Jaksa AS Jeanine Pirro menyatakan kerusakan pada kolam itu lebih masuk akal disebabkan pemasangan yang buruk, bukan aksi vandalisme. Trump menolak keras penilaian itu dan tetap menuding para perusak sebagai penyebab utama.
Langkah Pirro membuat kasus terhadap mantan atlet Olimpiade David Hearn ambruk. Bagi pemerintahan Trump, ini bukan sekadar soal satu kolam di Washington. Ini menyangkut proyek yang sejak awal dipromosikan sebagai bagian dari penataan ibu kota menjelang perayaan 250 tahun Amerika Serikat.
Trump tetap kukuh menuding vandalisme
Dalam unggahan di media sosial pada Sabtu, Trump mengakui ada kemungkinan masalah dari kontraktor saat pemasangan lapisan baru kolam. Tapi ia menegaskan, “the major damage was caused by VANDALS!” Ia juga menulis, “I disagree 100% with Jeanine Pirro, the U.S.
Attorney for the District of Columbia, on the Reflecting Pool,” sambil mempertahankan bahwa sebagian besar kerusakan terjadi karena vandalisme.
Trump lalu membagikan video sekitar empat menit yang tampak diambil dari kamera keamanan. Dalam video itu terlihat tiga orang berada di dalam kolam, termasuk satu orang yang tangannya berada di air untuk waktu lebih lama.
Dari kejauhan, video itu tidak memperlihatkan secara jelas adanya aksi merusak. Beberapa pekerja juga terlihat di dekat lokasi, namun tampak tidak bereaksi terhadap orang-orang itu.
Isi surat pengadilan Pirro berubah arah
Di sisi lain, kantor Pirro pada Jumat mengajukan permintaan kepada hakim untuk menghentikan perkara pidana terhadap Hearn.
Dalam surat setebal 20 halaman itu, pemerintah menyebut dokumen tambahan dari Departemen Dalam Negeri menunjukkan kerusakan terjadi akibat pemasangan yang buruk oleh kontraktor, ditambah tekanan untuk menuntaskan proyek sebelum acara terkait America 250 pada pekan-pekan sekitar Independence Day 2026.
Pirro juga menulis bahwa inspeksi visual terbaru menemukan kerusakan di seluruh kolam, termasuk di bagian tengah. Menurut jaksa, area itu kecil kemungkinan disentuh seorang vandalis yang berniat mengelupas lapisan kolam.
Ia menambahkan, “Given all of this newly discovered information, it is difficult to attribute the widespread damage to the Reflecting Pool to vandalism, let alone to establish that fact beyond a reasonable doubt.”
Yang paling mengganggu Gedung Putih dan Departemen Kehakiman adalah perubahan sikap Pirro sendiri.
Saat pengumuman dakwaan bulan lalu, ia menyebut kasus itu ditopang “tremendous evidence.” Kini, ia justru menyalahkan Departemen Dalam Negeri karena memberi “less than fulsome information at the outset of the case.” Menurut pengacara pemerintah, bila DOI terbuka sejak awal, pemerintah tidak akan membawa kasus itu ke grand jury.
Dampaknya ke proyek Trump di Washington
Perkara Reflecting Pool bukan kasus tunggal. Ini bagian dari deretan proyek yang digerakkan Trump di ibu kota. Pada Mei, ia mengumumkan rencana mempercantik kolam itu musim semi ini. Perusahaan Atlantic Industrial Coatings yang berbasis di Virginia mendapat kontrak tanpa tender senilai $14.7 million untuk mengecat ulang dan melapisi tahan air lantai beton kolam.
Air kemudian dikuras. Trump memerintahkan dasar kolam dicat dengan warna yang ia sebut “American flag blue.” Namun masalah muncul hanya beberapa hari setelah proyek rampung. Potongan lapisan baru mulai terkelupas.
Dari situlah Trump langsung menuduh vandalisme, dan National Park Service kemudian melaporkan insiden pada 9 Juni kepada U.S. Park Police, dengan klaim ada pisau tajam atau silet yang memotong lapisan baru itu.
Soal ini jelas punya dampak lebih luas. Jika tuduhan vandalisme sulit dibuktikan, maka sorotan beralih ke mutu pekerjaan kontraktor, transparansi dokumen pemerintah, dan cara kasus semacam ini ditangani di Washington. Bagi publik, yang dipertaruhkan bukan hanya nasib Hearn.
Reputasi proyek Trump di pusat kekuasaan Amerika ikut dipertaruhkan, sementara tim hukumnya menyebut sedang menimbang “legal remedies” untuk klien mereka.
Trump sendiri belum menunjukkan tanda akan mundur. Ia menilai video keamanan yang dirilis memperlihatkan material sedang dipotong dengan “a knife or a box cutter, for all to see!” Namun jika hakim menerima permintaan Pirro, perkara ini bisa resmi ditutup dan justru membuka babak baru: siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas kerusakan Reflecting Pool itu.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.