JAKARTA — Gejolak pasar saham berbasis kecerdasan buatan (AI) belakangan ini dipicu oleh fenomena margin unwind, bukan karena pelemahan fundamental perusahaan. Investor yang sempat terimbas likuidasi posisi paksa akibat penggunaan leverage tinggi kini mulai bisa bernapas lega seiring meredanya aksi jual tersebut.
Laporan The Motley Fool mencatat bahwa fundamental perusahaan teknologi justru kian membaik di tengah volatilitas pasar. Ketika pasar mulai stabil, terdapat tiga emiten sektor AI yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan menjanjikan bagi investor.
Potensi Alphabet dan Micron Technology
Alphabet tetap menjadi tulang punggung perangkat lunak dalam ledakan AI melalui platform cloud-nya. Layanan ini memungkinkan perusahaan menjalankan aplikasi, membuat agen AI, serta meningkatkan keamanan siber.
Bisnis tersebut melonjak 82 persen secara tahunan, berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan keseluruhan sebesar 24 persen pada kuartal kedua.
Selain itu, aplikasi Gemini kini memiliki 950 juta pengguna aktif bulanan, sementara divisi Waymo terus memimpin pasar kendaraan otonom yang diproyeksikan tumbuh 20,2 persen setiap tahun hingga 2033.
Di sisi lain, Micron Technology memperkuat posisinya sebagai penyedia utama cip memori. Penurunan harga saham baru-baru ini membuat rasio forward price-to-earnings (P/E) Micron berada di level 5,6, salah satu valuasi termurah di sektor teknologi.
Kinerja keuangan perusahaan menunjukkan pendapatan yang meningkat lebih dari empat kali lipat secara tahunan, dengan proyeksi pertumbuhan 20 persen pada kuartal keempat tahun fiskal 2026. Adanya perjanjian jangka panjang dengan pelanggan memberikan visibilitas pendapatan yang jelas bagi Micron.
Prospek Nebius Group
Nebius Group menjadi emiten yang paling terdampak oleh aksi margin unwind akibat likuidasi portofolio besar oleh dana lindung nilai. Namun, di balik volatilitas tersebut, Nebius menawarkan layanan neocloud yang krusial bagi perusahaan skala besar (hyperscalers). Kerja sama selama lima tahun senilai 27 miliar dolar AS dengan Meta Platforms menjadi bukti nyata kualitas operasional perusahaan.
Pada kuartal pertama, pendapatan Nebius mencapai 399 juta dolar AS, meningkat 684 persen secara tahunan. Perusahaan menargetkan pendapatan tahun ini hingga 3,4 miliar dolar AS, dengan proyeksi pendapatan berulang tahunan (ARR) mencapai 7 miliar hingga 9 miliar dolar AS pada penutupan tahun.
Selain itu, Nebius menargetkan lebih dari 4 gigawatt daya terkontrak di akhir tahun, meningkat dari proyeksi awal sebesar 3 gigawatt pada Februari lalu.
Investasi pada perusahaan teknologi di tengah fluktuasi pasar memerlukan pemahaman mendalam tentang fundamental bisnis. Pemulihan harga saham yang didorong oleh meredanya beban leverage memberikan peluang bagi investor untuk kembali masuk pada perusahaan yang memiliki arus pendapatan stabil dan kontrak jangka panjang, seperti yang terlihat pada kinerja Alphabet, Micron, dan Nebius.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.