Senin, 3 Agustus 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Anggota DPR temui relawan pastikan program kerakyatan berlanjut

Adela Kanasya Adies berbicara kepada ratusan relawan di Gedung Serbaguna MERR Rungkut Asri Timur Surabaya
Anggota DPR Adela Kanasya Adies berbicara kepada ratusan relawan di Gedung Serbaguna MERR Rungkut Asri Timur, Surabaya, Senin, untuk memastikan program kerakyatan berlanjut. (Ilustrasi: AI)

Ratusan relawan memadati Gedung Serbaguna MERR di kawasan Rungkut Asri Timur, Surabaya, Senin siang. Mereka berkumpul bukan untuk sekadar bersilaturahmi, melainkan menagih kepastian akan keberlangsungan program kerakyatan yang selama ini menyentuh sendi-sendi kehidupan warga.

Adela Kanasya Adies, anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur I yang mencakup Surabaya dan Sidoarjo, hadir di tengah-tengah mereka. Suasana cair, namun sarat dengan agenda politis yang konkret. Adela menegaskan komitmennya untuk tidak memutus rantai pengabdian yang selama ini dibangun oleh sang ayah, Adies Kadir.

Menjamin Keberlangsungan Program

Program-program pro-rakyat, terutama di sektor pendidikan, menjadi fokus utama dalam pertemuan itu. Adela secara tegas menyatakan bahwa ia tidak hanya akan menjaga apa yang sudah ada, tetapi berencana melakukan perluasan jangkauan agar manfaatnya dirasakan lebih banyak orang.

“Apa yang sudah dijalankan oleh ayah saya akan tetap kami lanjutkan. Seperti Program Indonesia Pintar (PIP) maupun KIP. Kalau memungkinkan, program-program itu akan kami tambah,” ujar Adela saat menyapa para relawan. Kalimat ini disambut riuh tepuk tangan warga yang hadir.

Bagi banyak warga Surabaya, PIP memang menjadi penyelamat untuk biaya pendidikan anak-anak mereka. Adela sadar betul bahwa menjaga koneksi dengan konstituen adalah kunci keberhasilan seorang wakil rakyat. Ia menolak menjadi sosok yang asing bagi masyarakat yang telah memberinya mandat di Senayan.

Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya untuk merawat kepercayaan. Adela mengaku bangga bisa menjadi bagian dari komunitas Surabaya. Ia ingin memastikan bahwa langkahnya di parlemen tetap relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Kedekatan ini pun ia jadikan pondasi dalam menjalankan tugas sebagai anggota legislatif.

Saluran Aspirasi Terbuka

Adela paham betul bahwa dirinya tidak mungkin menemui setiap warga setiap saat. Kepadatan jadwal di Jakarta terkadang memaksa jarak fisik tak terelakkan. Namun, ia enggan memutus komunikasi dengan warga Surabaya maupun Sidoarjo. Ia menekankan bahwa pintu aspirasi tetap terbuka lebar.

Masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan, saran, maupun permohonan bantuan tidak perlu bingung. Jika tidak bisa bertatap muka secara langsung, mereka dipersilakan mendatangi Rumah Aspirasi yang telah disiapkan secara khusus. “Kalau sedang tidak bertemu saya secara langsung, masyarakat bisa menyampaikan aspirasi melalui Rumah Aspirasi kami,” kata Adela.

Sistem ini dirancang untuk memastikan tidak ada suara warga yang terabaikan. Adela melihat Rumah Aspirasi sebagai “telinga” kedua baginya di daerah pemilihan. Setiap masukan yang masuk akan diolah dan diperjuangkan di tingkat pusat. Ini menjadi modal utama agar kebijakan yang diambil di Jakarta benar-benar selaras dengan denyut nadi masyarakat Jawa Timur.

Sinergi untuk Warga

Dukungan para relawan menjadi energi tersendiri bagi Adela. Ia berharap sinergi ini tidak berhenti pada urusan pemilu semata. Menurutnya, kerja kolaboratif antara relawan dan wakil rakyat justru paling dibutuhkan saat masa kerja legislatif berlangsung, terutama dalam pengawasan penyaluran bantuan pemerintah.

Program di bidang kesejahteraan hingga pemberdayaan masyarakat memerlukan pengawalan ketat agar tepat sasaran. Adela menginginkan para relawannya menjadi ujung tombak di lapangan. Dengan begitu, setiap kendala yang dihadapi warga di tingkat akar rumput bisa segera terdeteksi dan diatasi.

Kepercayaan masyarakat adalah aset yang mahal. Adela menyadari sepenuhnya bahwa masa jabatannya adalah amanah yang harus dijaga lewat tindakan nyata.

Kini, setelah pertemuan di Rungkut Asri Timur tersebut, bola panas ada pada bagaimana realisasi janji penambahan kuota PIP dan efektivitas Rumah Aspirasi di masa depan. Warga Surabaya kini menanti bukti, bukan sekadar janji-janji manis yang menguap seiring waktu.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda