Senin, 3 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Uji ViWoods AiPaper Reader: Bisakah Gadget Android Atasi Kecanduan?

ViWoods AiPaper Reader dalam genggaman tangan dengan layar E Ink
ViWoods AiPaper Reader menawarkan portabilitas bagi pembaca aktif. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Kebiasaan membaca buku sering kali terbentur kesibukan atau godaan konten digital. Bagi sebagian orang, waktu luang yang tersisa justru habis untuk aktivitas lain. Namun, kehadiran perangkat seperti ViWoods AiPaper Reader menawarkan cara berbeda untuk kembali meluangkan waktu bagi buku.

Sejak akhir Januari lalu, perangkat e-reader berbasis Android ini menjadi teman setia di kantong celana. Ukurannya yang ringkas memungkinkan pengguna membawanya ke mana saja, mulai dari saat mengantre di stasiun hingga menunggu air mendidih di dapur. Kehadiran perangkat ini mengubah pola yang sebelumnya sering diisi dengan mendengarkan podcast menjadi sesi membaca singkat.

Pengalaman Membaca di Perangkat Pocket

Pengguna dapat memanfaatkan aplikasi seperti Kindle yang terpasang di perangkat ini. Fleksibilitas tersebut terbukti efektif membangun konsistensi. Bahkan, durasi membaca yang hanya beberapa menit saat menunggu pun memberikan progres signifikan terhadap jumlah buku yang diselesaikan. Kemudahan akses ini memicu kembali minat pada buku cetak yang sebelumnya sempat terabaikan.

Meski demikian, perangkat ini memiliki beberapa catatan. Layarnya berukuran 6,13 inci dengan teknologi Carta 1300 yang mampu memberikan tampilan teks cukup tajam. Desainnya tergolong premium, tipis, dan cukup elegan.

Namun, bagi pengguna yang gemar membaca di malam hari, fitur lampu depan (front light) terasa kurang maksimal karena absennya pengaturan cahaya hangat, serta tingkat kecerahan minimum yang masih tergolong terang.

Antara AI dan Habit Membaca

ViWoods AiPaper Reader menyematkan teknologi kecerdasan buatan sebagai fitur unggulan, lengkap dengan tombol khusus untuk mengakses model AI seperti OpenAI, Google, DeepSeek, dan Qwen.

Meski tampak inovatif, penggunaan AI ini membutuhkan koneksi Wi-Fi yang justru berdampak pada konsumsi daya baterai. Dalam praktiknya, fitur tersebut dirasa kurang praktis dibanding sekadar menggunakan asisten virtual di ponsel pintar.

Terkait antarmuka perangkat, terdapat beberapa kendala yang patut diperhatikan. Meskipun berjalan di sistem operasi Android, proses untuk mengaktifkan Google Play Store tergolong rumit karena melibatkan 11 langkah pengaturan. Selain itu, informasi mengenai pembaruan sistem di masa depan masih belum dipastikan oleh pihak produsen.

Ekspektasi bahwa perangkat ini mampu menghentikan kecanduan doomscrolling di media sosial ternyata tidak sepenuhnya tercapai. Meskipun layar E Ink monokrom cenderung membuat pengguna enggan berlama-lama menatap layar, godaan ponsel pintar tetap saja sulit dihindari sepenuhnya.

Keberhasilan dalam membatasi penggunaan ponsel sangat bergantung pada kedisiplinan pengguna untuk menjauhkan perangkat dari jangkauan.

Perangkat ini dilengkapi dengan slot kartu SIM, yang secara teknis memungkinkannya menjalankan fungsi dasar ponsel pintar. Bagi mereka yang berniat melakukan detoks digital secara ekstrem, opsi untuk mengganti fungsi ponsel dengan perangkat ini tetap terbuka.

Namun bagi sebagian besar orang, ViWoods AiPaper Reader tetap menjadi alat bantu yang impresif untuk membangun kembali kebiasaan membaca di tengah padatnya arus informasi digital.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda