Meja kerja yang sempit bukan lagi hambatan bagi mereka yang mendambakan tenaga komputer kelas berat. GMKTec baru saja menjawab tantangan itu lewat peluncuran Neo-X1, sebuah workstation ringkas yang memadatkan performa garang ke dalam sasis berukuran hanya 14,6 liter.
Perangkat ini menggabungkan prosesor kencang dari lini AMD Ryzen 9000HX dengan kartu grafis NVIDIA GeForce RTX seri 50 kelas desktop. Keberanian GMKTec menyematkan jeroan sekuat ini dalam kotak sekecil itu membuat industri melirik.
Berbeda dengan PC tower tradisional yang makan tempat, Neo-X1 berdiri di posisi unik. Ia tidak sepenuhnya laptop, namun jauh lebih ringkas dibandingkan PC desktop pada umumnya.
Menghadapi potensi panas berlebih di ruang sempit, GMKTec memilih jalan pintas dengan menyematkan sistem pendingin cair terintegrasi. Keputusan ini terhitung krusial. Prosesor di dalamnya memang punya reputasi “lapar” daya, mampu menarik listrik hingga 160 watt saat bekerja keras tanpa henti.
Stabilitas di Balik Ukuran Minimalis
Untuk menopang kebutuhan daya yang besar itu, GMKTec menanamkan unit catu daya modular 850 watt yang telah mengantongi sertifikasi 80 Plus Gold. Bagian krusial lainnya berada di atas motherboard, yang menggunakan desain daya 13-phase.
Teknisi mereka merancang desain ini khusus agar performa puncak tetap terjaga stabil meski mesin dipacu maksimal. Soal tenaga, jangan tanya.
Dalam pengujian menggunakan benchmark PassMark CPU Mark, prosesor yang tertanam di sini berhasil mengantongi skor impresif, mencapai 62.616 poin untuk kategori laptop dan perangkat portabel.
Bagi calon pembeli, tersedia dua pilihan konfigurasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kantong dan performa. Model standar mengandalkan kombinasi Ryzen 9 9955HX dan kartu grafis NVIDIA GeForce RTX 5060 Ti dengan VRAM 8GB.
Varian ini dilepas ke pasar dengan harga mulai dari 11.999 yuan atau sekitar Rp27,6 juta. Ini pilihan yang masuk akal bagi pengguna yang mencari keseimbangan antara efisiensi dan tenaga gahar.
Tapi, kalau Anda seorang profesional yang berkecimpung di dunia rendering atau sekadar antusias gim yang menginginkan segala yang terbaik, varian Pro lebih menarik. Versi ini menggunakan chip Ryzen 9 9955HX3D yang sudah dilengkapi teknologi 3D V-Cache.
Tandemnya pun tak main-main: NVIDIA GeForce RTX 5070 dengan memori 12GB. Harga untuk varian Pro ini dipatok mulai dari 16.499 yuan atau setara Rp37,9 juta.
Konektivitas Masa Depan
Investasi pada mesin ringkas ini memberikan keuntungan jangka panjang berupa fleksibilitas penyimpanan. Pengguna mendapatkan dua slot PCIe Gen5 SSD yang bisa ditambah kapan saja.
Soal urusan koneksi internet, perangkat ini sudah siap menghadapi masa depan dengan dukungan LAN kabel 2,5GbE serta protokol Wi-Fi 7 yang sangat kencang. Segala fitur ini seolah ingin membuktikan bahwa ukuran kecil tidak lagi berarti kompromi pada konektivitas.
Hingga detik ini, beberapa detail penting seperti kapasitas total memori yang bisa ditampung masih menjadi teka-teki. GMKTec sendiri belum membocorkan kapan produk ini akan mendarat di pasar luar Tiongkok. Untuk sementara, Neo-X1 baru akan tersedia di Negeri Tirai Bambu melalui platform JD.com.
Bagi mereka yang berada di luar jangkauan pasar tersebut, langkah paling bijak adalah bersabar sembari menunggu kabar resmi mengenai ketersediaan global serta spesifikasi rinci memorinya.
Rencana peluncuran ini menunjukkan pergeseran tren di kalangan perakit PC profesional. Banyak orang kini lebih memilih ruang meja yang lapang tanpa harus mengorbankan kemampuan olah data.
GMKTec hanya perlu membuktikan satu hal lagi: bagaimana mesin sekecil ini menjaga suhu tetap dingin setelah penggunaan intensif selama berjam-jam di luar lingkungan laboratorium pengujian.
Jawaban pastinya tentu akan muncul saat unit-unit pertama sampai ke tangan pengguna di Tiongkok dalam waktu dekat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.