Selasa, 4 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Pengawasan Polisi Jadi Sorotan John Oliver di Last Week Tonight

Pengawasan polisi lewat kamera dan pembaca pelat nomor
John Oliver menyoroti pengawasan polisi yang makin luas lewat kamera, mikrofon, dan pembaca pelat nomor. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — pengawasan polisi kembali jadi bahan sorotan setelah John Oliver membahas alat-alat yang dipakai aparat untuk melacak warga Amerika di episode terbaru Last Week Tonight. The Guardian melaporkan, Oliver menyerang penggunaan kamera, mikrofon, dan pembaca pelat nomor yang ia sebut “wildly invasive”.

Episode itu muncul saat penggunaan teknologi pengawasan oleh kepolisian lokal di Amerika Serikat disebut melonjak dalam beberapa tahun terakhir. Dua pendorong utamanya jelas: harga yang makin turun dan dana federal yang ikut mengalir. Cepat. Luas. Dan makin sulit diabaikan.

Teknologi pengawasan polisi makin mudah dibeli

Dalam laporan The Guardian, Oliver menyoroti bagaimana perangkat yang dulu terasa seperti perlengkapan film distopia kini hadir dalam operasi kepolisian sehari-hari. Kamera, mikrofon, dan pembaca pelat nomor bukan lagi alat yang berdiri sendiri. Semuanya masuk ke jaringan yang dipakai untuk memantau pergerakan orang dalam skala yang lebih besar.

Masalahnya bukan cuma soal alat. Ketika harga turun, adopsi ikut naik. Ketika dana federal tersedia, pemasangan sistem pengawasan jadi lebih mudah dibenarkan. Kombinasi itu membuat teknologi semacam ini menyebar cepat di tingkat lokal.

Di titik inilah kritik Oliver terasa tajam. Ia tidak sekadar menyinggung satu perangkat tertentu, melainkan pola besar: teknologi yang semakin canggih dipakai untuk mengintai publik dengan alasan keamanan. Untuk sebagian orang, ini mungkin tampak praktis. Tapi bagi yang memperhatikan batas privasi, situasinya jauh lebih rumit.

Kenapa komentar John Oliver ikut penting

John Oliver bukan berbicara di forum akademik atau sidang kebijakan. Ia membawanya ke acara televisi arus utama yang punya jangkauan luas. Itu penting, karena isu pengawasan sering kali tenggelam di balik istilah teknis dan jargon keamanan. Saat dibawa ke komedi politik, topiknya bisa menjangkau penonton yang biasanya tak mengikuti diskusi privasi digital.

Seorang wali kota setempat, menurut laporan itu, bahkan membandingkan sistem modern tersebut dengan “Big Brother on steroids”. Kalimat itu menggambarkan kecemasan yang kian sering muncul saat perangkat pemantau menyebar lebih cepat daripada aturan yang mengawalnya.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda