Rabu, 29 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Danantara Usul Pengalihan Subsidi BBM untuk Dukung Industri Kendaraan Listrik

Danantara Usul Pengalihan Subsidi BBM untuk Dukung Industri Kendaraan Listrik
Danantara Usul Pengalihan Subsidi BBM untuk Dukung Industri Kendaraan Listrik

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara secara terang-terangan mengusulkan perombakan drastis anggaran negara demi mendongkrak industri kendaraan listrik. Mereka ingin subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini menyedot ratusan triliun rupiah dialihkan sepenuhnya untuk memperkuat ekosistem baterai dan kendaraan listrik di tanah air.

Managing Director Industrialization BPI Danantara, Ardy Muawin, mengungkapkan gagasan tersebut di depan forum diskusi Katadata Policy Dialogue di Jakarta, Selasa (28/7). Ardy melihat ada anomali kebijakan yang perlu segera dibenahi agar industri otomotif nasional tidak tertinggal. Selama ini, menurutnya, uang negara justru menopang ketergantungan masyarakat pada mesin pembakaran internal.

“Subsidi bensin itu puluhan triliun, ratusan triliun, itu yang menyubsidi sehingga industri otomotif bisa terbang. Nah, sekarang dipindah saja subsidinya BBM, kita pindahkan ke subsidi baterai, toh baterainya buatan Indonesia,” ujar Ardy saat memaparkan argumennya.

Mengubah Arah Aliran Dana Negara

Narasi pengalihan subsidi ini bukan sekadar wacana administratif. Danantara melihat ini sebagai peluang emas untuk menciptakan anchor project yang konkret. Jika pemerintah berani mengambil langkah berani tersebut, industri baterai dalam negeri bisa mendapatkan suntikan modal yang masif.

Efek dominonya? Harga kendaraan listrik bisa ditekan menjadi jauh lebih terjangkau bagi masyarakat luas sekaligus menciptakan rantai pasok yang mandiri.

Ardy meyakini, Indonesia tidak bisa terus-menerus memanjakan konsumen dengan harga BBM murah yang membebani fiskal negara. Sebaliknya, dukungan finansial itu harus diubah menjadi instrumen pendorong hilirisasi.

Fokusnya jelas: memastikan komponen paling vital, yaitu baterai, diproduksi secara lokal dengan dukungan penuh dari kas negara yang sebelumnya terpakai untuk membiayai impor bahan bakar fosil.

Tantangan terbesar memang terletak pada keberanian politik. Menggeser subsidi BBM adalah langkah yang tidak populer di mata publik, namun para pengamat industri menilai langkah tersebut adalah “obat pahit” yang diperlukan untuk menyehatkan ekonomi nasional di masa depan.

Belajar dari Ambisi Cina dan India

Dalam forum yang sama, Wakil Koordinator Sekretariat Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, Dimas Muhamad, memberikan konteks global mengapa keberpihakan negara sangat vital. Dia membeberkan angka fantastis yang digelontorkan negara-negara raksasa untuk memenangkan perlombaan teknologi kendaraan listrik.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda