JAKARTA — Kasus campak di Amerika Serikat terus bertambah dan para dokter khawatir awal tahun ajaran baru justru memicu lonjakan lagi di negara bagian yang sudah mengalami wabah. Data terbaru Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC menunjukkan ada lebih dari 50 kasus baru sampai hari terakhir Juli, dengan total nasional mencapai 2.371.
Angka itu muncul saat wabah aktif masih berlangsung di Ohio, Utah, Virginia, dan Pennsylvania. Di Pennsylvania, jumlah laporan dalam sepekan disebut lebih tinggi dibanding periode mana pun dalam 10 tahun terakhir di negara bagian itu, menurut The Pittsburgh Post-Gazette.
Kasus campak naik di saat sekolah dibuka
Yang membuat para dokter waswas bukan cuma jumlah kasusnya. Sekolah mempertemukan banyak anak di ruang tertutup, dan campak dikenal sangat mudah menular. Virusnya bahkan bisa tetap berada di udara hingga dua jam setelah orang terinfeksi batuk atau bersin.
Andrew Lutzkanin, dokter di Penn State Health, mengatakan kepada surat kabar itu, “A virus that’s as infectious and easily transmittable as measles is going to take off,”
Leisha Nolenhe, epidemiolog negara bagian Utah, juga menyampaikan kekhawatiran serupa kepada The Associated Press pada Juni. “It’s still here, it’s still transmitting,” katanya. “We just need those few cases to hit the wrong community and it could flare up really big again.”
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. CDC mencatat anak-anak dan remaja membentuk mayoritas kasus nasional, sementara 93 persen dari mereka yang terinfeksi tidak divaksin.
Vaksin dan risiko yang masih diabaikan
Vaksin campak, yang juga menargetkan gondongan dan rubella, disebut aman. Dua dosis memberi perlindungan seumur hidup. Tanpa vaksin, campak bisa memunculkan ruam merah berbintik, demam tinggi, infeksi telinga, dan diare.
Dalam kasus ekstrem, penyakit ini dapat berujung pada pneumonia, kebutaan, kematian, dan penyakit otak degeneratif langka yang fatal bertahun-tahun setelah infeksi. Karena itu, dokter penyakit menular menilai penolakan vaksin dan informasi keliru masih menjadi bahan bakar utama penyebaran.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.