JAKARTA — negosiasi Iran kembali memanas setelah Presiden Donald Trump menyebut pembicaraan terbaru dengan تهران sebagai “kesempatan terakhir” sebelum eskalasi lebih jauh. Pernyataan itu muncul di tengah klaim Trump bahwa komunikasi dengan Iran masih berlangsung, meski Teheran menegaskan tidak ada negosiasi langsung dengan Washington.
Dampaknya terasa cepat di pasar dan diplomasi. Dari jalur pelayaran Selat Hormuz sampai proyeksi biaya energi, ketegangan baru ini ikut memengaruhi cara investor membaca risiko perang, arah kebijakan The Fed, dan sentimen di sektor perjalanan serta leisure.
Trump: negosiasi Iran masih berjalan
Bloomberg melaporkan Trump mengatakan ia ingin memberi Iran “last chance” sebelum “decapitation”. Dalam laporan itu, Trump juga disebut menegaskan bahwa pembicaraan sedang berlangsung, tanpa merinci forum maupun jadwalnya.
SCMP menambahkan, Trump mengatakan negosiasi itu berjalan atas permintaan Iran dan mendapat dukungan dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, serta Qatar. Namun, klaim itu langsung bertabrakan dengan bantahan dari Teheran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan, “We currently do not have negotiations with America,” dan menjelaskan pembicaraan yang ada berlangsung melalui Oman. Ia menyebut fokusnya adalah mencari pemahaman soal keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
The Guardian dan Financial Times juga melaporkan bahwa Trump menggambarkan pembicaraan ini sebagai “last chance” bagi Iran untuk mencapai kesepakatan. Dalam laporan The Guardian, Trump bahkan mengatakan Selat Hormuz bisa terbuka “literally by tomorrow”, seraya menyebut fase awal yang ia inginkan adalah pembukaan selat itu, lalu denuklirisasi.
Selat Hormuz dan risiko ekonomi
Bagian paling sensitif dari pernyataan Trump ada di soal Selat Hormuz. Jalur ini penting bagi arus energi global, sehingga setiap gangguan langsung mengerek kekhawatiran soal harga, biaya logistik, dan stabilitas pasokan.
Torsten Slok, kepala ekonom Apollo, menyoroti bahwa dampak ekonomi perang di Iran masih menjadi salah satu faktor terpenting ketika The Fed menimbang kenaikan suku bunga. Artinya, konflik ini tidak berhenti di ranah keamanan. Efeknya merembet ke keputusan moneter dan ekspektasi pasar.
Di sisi lain, Goldman Sachs Senior Equity Research Analyst Lizzie Dove menilai perang juga memberi tekanan pada bisnis Marriott dan sektor travel serta leisure. Perusahaan hotel dan perjalanan biasanya sensitif terhadap gangguan geopolitik, karena permintaan bisa melemah saat risiko melonjak.
Bagi pelaku pasar, ini bukan sekadar adu retorika. Jika Trump benar-benar mendorong pembukaan Selat Hormuz secepat yang ia klaim, maka perdagangan energi dan ongkos pengiriman bisa bergerak lebih liar. Kalau pembicaraan macet, risiko sebaliknya muncul: tekanan yang lebih besar pada aset berisiko dan industri yang bergantung pada mobilitas internasional.
Masih ada ruang negosiasi, tapi tekanannya tinggi
Trump sebelumnya juga disebut telah membatalkan rencana gelombang serangan besar setelah sekutu Teluk mendesak jalur diplomasi. Itu membuat pernyataan terbarunya terdengar seperti peringatan sekaligus tenggat politik. Pintu dialog masih dibuka, tapi sempit.
Iran, lewat bantahan resmi dan penjelasan soal peran Oman, tampaknya memilih menolak narasi Washington bahwa pembicaraan langsung sedang berjalan. Selama dua versi itu belum bertemu, pasar akan terus membaca setiap kalimat dari Gedung Putih sebagai sinyal arah konflik berikutnya.
Bloomberg, melalui reaksi Jeff Mason sebagai koresponden Gedung Putih, menempatkan pernyataan Trump ini sebagai bagian dari paket isu yang lebih luas di Washington, termasuk langkah Acting Attorney General Todd Blanche yang mencabut perintah dana anti-weaponization di DOJ.
Tetapi perhatian utama investor saat ini tetap tertuju pada Iran, Selat Hormuz, dan apakah ancaman akan berubah jadi langkah nyata dalam hitungan hari.
Kalau nada Trump bertahan seperti sekarang, pasar tidak akan menunggu lama untuk menguji seberapa jauh Washington benar-benar siap menekan Teheran. Dan satu kalimat lagi dari Gedung Putih bisa cukup untuk menggerakkan harga minyak, saham perjalanan, dan ekspektasi suku bunga ke arah yang berbeda.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.