Dunia mode kembali bergejolak, setidaknya di layar kaca. Sekuel The Devil Wears Prada 2 baru saja menorehkan angka fantastis di layanan streaming Hulu melalui platform Disney+. Hanya dalam tempo lima hari sejak debut digitalnya, film ini sudah disaksikan oleh 15,2 juta penonton.
Angka tersebut bukanlah pencapaian kecil. Data yang dirilis The Wrap menunjukkan film ini menjadi debut lima hari tersukses di platform tersebut setelah kesuksesan Deadpool and Wolverine yang meraih 19,4 juta penonton pada awal 2024.
Antusiasme publik seolah tidak surut, membuktikan bahwa daya tarik Andy Sachs dan Miranda Priestly masih sangat kuat meski mereka sempat absen lama dari ingatan kolektif penonton bioskop.
Menyelamatkan Runway dari Keterpurukan
Kisah kali ini membawa kembali dinamika panas dingin antara Andy Sachs yang dimainkan Anne Hathaway dengan editor legendaris Miranda Priestly, sang ratu es dari Meryl Streep. Premisnya cukup relevan dengan kondisi industri saat ini. Andy mendapati dirinya kehilangan pekerjaan di surat kabar karena badai disrupsi digital yang menghantam industri media cetak secara global.
Di sudut lain, majalah Runway sedang sekarat. Miranda terpojok oleh angka penjualan yang terus merosot. Andy pun ditarik kembali ke medan tempur lama untuk menyelamatkan citra dan masa depan majalah tersebut.
Skenario garapan sutradara David Frankel ini memaksa Andy bersinggungan kembali dengan Emily Charlton. Emily, yang kini menduduki posisi eksekutif senior di Dior, menjadi kunci krusial.
Jaringannya yang luas dan berkuasa menjadi satu-satunya pelampung agar Runway tidak dijual atau berakhir tutup selamanya.
Narasi sekuel ini terasa segar dengan kehadiran wajah-wajah baru. Sutradara seolah ingin mempertegas status Runway sebagai pusat gravitasi mode dunia dengan menghadirkan deretan kameo papan atas. Mulai dari kehadiran Lady Gaga hingga bintang NBA Karl-Anthony Towns, setiap kemunculan mereka menambah bumbu kemewahan khas dunia mode yang selama ini jadi jualan utama waralaba tersebut.
Moncer di Bioskop, Perkasa di Streaming
Sebelum mencetak angka 15,2 juta penonton di Disney+, film ini sebenarnya sudah melibas bioskop. Sejak tayang perdana pada 1 Mei, pendapatan kotor globalnya menyentuh angka 691,3 juta dolar AS. Angka yang sangat mencolok jika dikomparasikan dengan anggaran produksinya yang “cuma” di kisaran 100 juta dolar AS.
Bagi industri perfilman, performa ini mengirim pesan jelas. Waralaba klasik yang dirawat dengan hati tetap memiliki pangsa pasar yang setia dan bernilai tinggi.
Perpindahan dari layar lebar ke platform berlangganan digital ternyata tidak membunuh antusiasme penonton; malahan, format streaming menjadi rumah kedua yang nyaman bagi penggemar untuk mengulang kembali adegan-adegan ikonik yang mereka tunggu.
Bagi mereka yang belum sempat menonton atau ingin kembali melihat ketegangan di kantor Miranda Priestly, film dengan rating PG-13 ini tidak hanya terpaku di Hulu. Pihak studio juga membuka kanal distribusi melalui layanan premium video on demand.
Dengan kemudahan akses yang ditawarkan di berbagai platform digital, angka 15,2 juta penonton diyakini masih akan terus merangkak naik dalam beberapa pekan ke depan.
Kini, perhatian industri beralih pada apakah kesuksesan finansial sebesar 691,3 juta dolar AS ini bakal memicu rencana sekuel lanjutan. Mengingat pengaruh The Devil Wears Prada yang melampaui sekadar film drama komedi, posisi Andy Sachs di dunia editorial mode tetap menjadi magnet paling kuat bagi para penikmat film global.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.